Artikel Terkini

Berita Terkini

Ekonomi

Covid-19: Jokowi menyesatkan

Presiden Joko “Jokowi” Widodo baru-baru ini berupaya meredam situasi dengan membandingkan beban kasus Indonesia dengan Amerika Serikat (AS). Tapi itu perbandingan yang menyesatkan mengingat tingkat pengujian di Indonesia bahkan tidak mendekati AS. Indonesia melakukan 7,18 tes per 1.000 orang, sedangkan Amerika Serikat melakukan 338,24 tes per 1.000 orang. Mengingat jumlah rata-rata kasus positif per putaran pengujian di Indonesia, jika kita mencocokkan kapasitas pengujian AS, jumlah harian kita dari kasus yang dikonfirmasi bisa jadi sangat tinggi.

Politik

Pendidikan

Gubernur Laiskodat fokus pada pendidikan dan kemiskinan

Terkait pendidikan di NTT, terutama selama masa pandemi covid-19, Pemprov NTT tampak pasrah karena gagal merespon kebutuhan pendidikan saat ini. Pemprov NTT tidak agresif mendukung kegiatan sekolah online (virtual) akibat terbatasnya fasilitas internet dan handphone. Di banyak tempat di NTT, guru-guru pun sering terkendala dengan laptop (sering error) akibatnya kegitan mengajar tidak bisa dilakukan. Kegiatan sekolah akhirnya menjadi beban orangtua.

Hiburan

   

English

Economic Focus for 2021

Meanwhile Finance Minister Sri Mulyani Indrawati has revised Indonesian economic growth target in 2020, to minus 0.2-minus 1.1% of GDP, from initial target of 2.3% of GDP. This year, the inflation rate is predicted around 2-4%, interest rate 3-4%, the Rupiah 14,400-14,800 against the US dollar, ICP US$35-40 a barrel, oil lifting 705,000 barrels per day, and gas lifting 992,000 barrels equivalent per day.