Sang Proklamator serta Pemimpin Besar Revolusi yang juga Presiden pertama RI, Ir. Soekarno, tak hanya “ditinggikan” negara-negara dunia ketiga di Asia dan Afrika. Tiga pemimpin umat Katolik yang bersinggasana di Vatikan bahkan punya kesan yang “megah” nan “mewah” terhadapnya.

Tiga kali berkunjung ke Vatikan, Soekarno bertemu tiga Paus dalam kurun waktu delapan tahun, bahkan menerima tiga medali kehormatan tertinggi pada 1956, 1959 dan 1964.

Kunjungan ketiganya terjadi pada 12 Oktober 1964, di mana Soekarno diterima Paus Paulus VI yang ditemuinya di Vatikan.

Sebelumnya, Soekarno menjadi Presiden muslim pertama yang menyambangi Vatikan pada 13 Juni 1956 dan bersua dengan Paus Pius XII. Selama pertemuan berdurasi 20 menit tersebut, Soekarno dihadiahi medali Grand Cross of the Pian Order.

Menyusul kunjungan keduanya ke Vatikan terjadi pada 14 Mei 1959. Soekarno yang mengenakan pakaian jas putih, dasi hitam dan peci hitam bertatap muka dengan Paus Yohanes XXIII. Sebelum pulang, Soekarno kembali dihadiahi medali kehormatan.

Adapun kunjungan ketiga dan kedatangan terakhirnya ke Vatikan, terjadi pada 12 Oktober 1964 untuk bersua dengan Paus Paulus VI.

Medali kehormatan ketiga kembali dikoleksi Soekarno dan bahkan, dibuatkan perangko khusus oleh Vatikan, serta cenderamata lukisan mosaik Castel san Angelo Vatican.

Ya, sebagai Presiden pertama RI, Soekarno tidak hanya mengoleksi berbagai julukan. Mulai dari sang proklamator, putra sang fajar, pemimpin besar revolusi, hingga penyambung lidah rakyat. Tapi di sisi lain, Soekarno mengoleksi tiga medali yang tak terkira nilainya ketika mengadakan kunjungan ke Vatikan dan bertemu tiga Paus yang berbeda.

Mungkin Soekarno adalah satu-satunya Presiden muslim dari negara dengan mayoritas umat Islam terbesar dunia yang memiliki “prestasi” demikian. Hal ini bisa terjadi karena ketiga Paus tersebut melihat Indonesia yang mayoritas penduduknya menganut Islam, tetap menghormati dan menerima warganya sendiri yang beragama lain.

Konon, menurut cerita Bung Karno, Presiden Irlandia pun “mengeluh” bahwa dia hanya memperoleh satu. Ya, tiga medali kehormatan Vatikan tersebut membuat “iri” salah satu koleganya, Presiden Irlandia, Eamon de Valera, dimana penduduk di negaranya 90 persen memeluk agama Katolik: “Saya saja hanya punya satu penghargaan dari Vatikan. Saya iri dengan Anda”, keluh De Valera kala bersua dengan Soekarno.

Salam HIKers,
Tuhan memberkati & Bunda merestui
Fiat Lux – Be the Light –
Jadilah Terang!
(Gen 1:3)