by

Buaya Komodo Lenyap 20 Tahun Mendatang?

KOMODO (eNBe Indonesia) – Gubernur Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Laiskodat, menegaskan untuk menutup sementara Pulau Komodo dari kunjungan wisatawan, agar mendukung pekerjaan peningkatan konservasi di pulau tersebut.

“Kita akan tingkatkan semua aspek pelestarian di pulau konservasi ini. Pulau ini kita persiapkan khusus untuk konservasi alam, dan masyarakat dipekerjakan dalam semangat konservasi,” ujar Viktor seperti tayangan dalam video yang diunggah Ochy Wahyuni di laman facebook pada 10 Juni 2019.

Gubernur pun meminta masyarakat kuliner untuk pindah ke Pulau Padar, dan warga yang menolak karena belum mengerti dan paham, Gubernur berharap untuk tidak risau karena pemerintah akan perhatikan penempatan dan design yang ada untuk kesejahteraan.

foto Atanasius Lape Sawo

“Ini (penutupan sementara-red) untuk konservasi dan untuk kepentingan rakyat. Tempat ini harus wajib jadi tempat idola dunia, maka standarnya tidak boleh seperti sekarang ini. Tempat-tempat ini harus dirapikan dengan baik,” jelasnya.

Wisatawan, kata Gubernur, masih punya pilihan untuk lihat komodo di Pulau Padar dan Pulau Rinca.

“Mari kita jadikan komodo sebagai binatang purba yang terus dilindungi agar 20 generasi (tahun) mendatang masih melihat komodo. Maka kita mesti protect (lindungi) tempat ini dengan baik, juga ekosistemnya,” pintanya.

Gubernur pun memperkirakan anggaran sebesar Rp100 miliar untuk konservasi Pulau Komodo per tahun, jauh lebih besar dibanding Rp20 miliar per tahun selama ini. Akses kapal besar ke pulau Komodo dan kapal-kapal kecil akan diatur, tambah Gubernur.

Comment

News Feed