DEPOK (eNBe Indonesia) – Marsekal Pertama TNI (AU) Epi Embu Agapitus konsisten berkampanye untuk tetap memelihara alam dan keindahannya, sekaligus memperkenalkan potensi pariwisata nasional hingga daerah melalui lagu, meski semakin sibuk dengan tugas dan tanggung jawab baru untuk pengabdian karir militernya.

Epi Embu Agapitus, lewat lagu, mengajak publik penikmat musik sadar akan pentingnya udara/angin (wind) bagi kehidupan. Epi Embu tidak latah menciptakan karya musik sekedar memanfaatkan teknologi musik digital, tapi lagu dan musik yang digubahnya syarat refleksi tentang hidup.

Tidak luar biasa ungkapan hati dan pikiran Epi Embu tentang NTT dan keindahannya, karena tokoh elit di militer Indonesia asal NTT ini memang gampang mendapat deskripsi tentang daratan NTT dari udara (pesawat atau helikopter TNI AU).

Beralasan jika Epi Embu merasa penting kumandangkan aksi “Go Green” juga lewat lagu, karena dari udara tampak jelas betapa daratan NTT dan Indonesia sudah sangat kering, tandus, minim kawasan hijau.

Masa ganti masa manusia berulah. Dunia semakin menggoda, demi kenikmatan, kuasa dan harta. Akibatnya gersang menerjang, panas membara, harus diderita bumi persada ini. “Wind of Change I Believe, angin perubahan saya yakin datang menghampiriku,” demikian sepenggal syair Epi Embu dari lagunya berjudul WIND. Lewat lagu ini, Epi Embu ingin menegaskan lagi bahwa hidup butuh udara (angin). Tak ada kehidupan tanpa udara, dia adalah segalanya.

Di mata militer, terutama angkatan udara, manusia dan bumi ini jauh lebih gampang dibantu atau diselamatkan dari udara. Memang lebih indah dan lebih detil melihak negri ini dari udara. Tidak sulit menyelamatkan korban pesawat jatuh dari tengah hutan rimba.

Tidak susah membawa bantuan makanan bagi mereka yang di pengungsian karena jauh dari akses komunikasi dan jalan darat. Jika ada kawasan hutan yang terbakar, pasukan udara akan beraksi memadamnya dari atas. Jika bumi ini terlalu panas, maka pasukan udara segera sebarkan hujan buatan.

Bersama artis cantik dan sexy, artis multi-talent, Ayu Azhari, Epi Embu Agapitus (berduet) menghadirkan Flores Pulau Bunga bagi publik dunia lewat lagu. Keduanya punya chemistry dan passion yang sama, mempromosikan keindahan panorama Flores dan mencintai Tanah Flores.

Lagu ini didukung juga oleh Rani Trisuci Noor sebagai pengisi backing vocal dan Hendri Lamiri (Arwana Band) yang memainkan biola, juga Robert EppeDando, musisi terkenal asal NTT di Jakarta.

Ayu Azhari serasa telah jatuh cinta pada pria-pria NTT dan Flores, maka ibu enam anak ini tak canggung berdansa saat di Timor, dan bernyanyi bersama Epi Embu Agapitus untuk lagu berirama dansa. Suara manis manja Ayu Azhari, meski tipis, begitu menyatu dengan karakter lagu, menghantar lamunan para pria Flores agar betah tinggal di ibukota Jakarta dan Jawa Barat.

Ayu Azhari adalah ikon budaya dan pariwisata bagi Kota Jakarta dan Jawa Barat. Bersama Epi Embu Agapitus, Ayu Azhari mendukung program pemerintah Jawa Barat dalam rehabilitasi dan restorasi sungai Citarum. Untuk program ini, Epi Embu Agapitus menciptakan lagu (theme song) ‘Citarumku Harum’.