by

Wisata Sumba Minim Infrastruktur

WAINGAPU (eNBe Indonesia) – Pulau Sumba di NTT didesain menjadi kawasan wisata minat khusus, namun akses menuju ke Sumba masih terbatas, begitu pula akomodasi dan infrastruktur penghubung kawasan wisata. Butuh percepatan pembangunan dan pembukaan akses untuk menggenjot wisata di pulau tersebut.

Sumba memiliki potensi wisata alam yang ikonik, diantaranya sabana atau padang rumput serta kekayaan fauna, seperti kuda sandalwood, kakaktua jambul jingga, dan burung julang. Adapula kekayaan budaya, seperti tenun ikat. Sayang, fasilitas pendukung potensi wisata itu masih minim.

Akses menuju Sumba, misalnya, masih terbatas. Penerbangan langsung dari Bali menuju Waingapu di Sumba Timur baru dilayani tiga pesawat. Selebihnya harus transit di Kupang. Saat liburan, seperti bulan Juli, tiket menuju Waingapu ataupun Waikabubak sulit didapat.

Konektivitas lewat laut lebih minim lagi. Kapal Pelni yang berlabuh di Waingapu hanya melayani rute laut ke kota di NTT, seperti Kupang, Ende, dan Labuan Bajo. Tidak ada kapal wisata yang menghubungkan Waingapu dengan kota wisata lain.

Bupati Sumba Timur Gidion Mbilijora mengatakan akses menuju Sumba termasuk Sumba Timur memang terbatas. Baru ada tiga hotel berbintang tiga di Sumba Timur. Selebihnya homestay dan penginapan tingkat melati.

Untuk mendukung pembangunan akses di Sumba, Pemerintah Sumba Timur menyiapkan lahan untuk bandara baru seluas 50 hektar. Bandara itu didesain bisa menampung pesawat berbadan besar. Gidion meminta pemerintah pusat membantu menambah penerbangan dari dan ke Waingapu dan membangun infrastruktur untuk mendukung sektor pariwisata.

Pemerintah Sumba Timur tahun ini mengganggarkan Rp4 miliar untuk pariwisata, untuk promosi dan pembinaan. Seharusnya kebutuhan untuk sektor ini Rp10 miliar per tahun.

Sementara itu sejumlah investor mulai masuk ke Sumba Timur untuk membangun resor dan hotel. Kemungkinan beberapa tahun lagi Sumba Timur sudah memiliki jumlah kamar penginapan lebih banyak.

Untuk mendukung wisata di Sumba, Kementerian Pariwisata fokus mempromosikan Sumba dengan berbagai festival, diantaranya Expo Tenun Ikat Sumba dan Festival Kuda Sandalwood di sabana Puru Kambera. Expo Tenun Ikat Sumba digelar 11 Juli 2019 di lapangan Pahlawan Sumba Timur, diikuti 200 penenun. Festival kuda sandalwood digelar 12 Juli 2019 di Pulau Kambera. (kompas)

Comment

News Feed