DEPOK (eNBe Indonesia) – Aldo Longa, jawara The Voice Indonesia 2018, tentu jadi inspirasi bagi generasi The Voice Indonesia 2019, terutama bagi kontestan asal NTT. Aldo bisa sukses meraih prestasi paling bergengsi ini berkat kekuatan pikirannya, mental, berikut keahlian.

Harus optimis, fight (berjuang keras), siap mental, percaya diri. Meski dari kampung, tak boleh kalah dengan mereka di kota metropolitan. Bernyanyi pun harus menjiwai benar, tanpa dibuat-buat, dari dalam perasaan. Kita yang rasa dan tuangkan dalam lagu, demikian ujar Aldo saat diwawancara redaksi eNBe Indonesia pada 30 Maret 2019 di bandara Eltari Kupang.

Aldo yang memilih fokus menjadi seorang musisi tentu turut bangga karena 10 kontestan dari NTT bisa melangkah hingga sesi Blind Audition The Voice Indonesia 2019. Ke-10 kontestan itu adalah Awy Seno, penyanyi populer di Flores (asal Riung-Ngada), pasangan kembar Gerald Abanit (IG: @gery_abanit) dan Giovany Bria Abanit (@gandhy_abanit), Dimas Ximenes (@dimasximenes_), Aloysia (@ealoysia), Elisabeth Devina Sino (@devinassi), dan Yono Ndopo dari Ende (@onno_ndopo11). Sementara Maria dari Atambua (@claudya_lady) gagal di sesi Blind Audition. Putra (@putraa_mage) dan Echa (@echaadelina) dari Ende gagal di sesi Blind Audition.

Gerald Abanit dan Giovany Bria Abanit adalah kontestan dari Atambua sementara Dimas, Aloysia, dan Devina dari Maumere. Awy Seno belum tampil di Blind Audition, sementara Joy, si kribo berusia 19 tahun dari Mataram, untuk sementara jadi trending topik karena bisa jadi calon maestro yang sangat unik. Isyana, coachnya Joy, sangat yakin Joy akan melangkah jauh di ajang The Voice Indonesia 2019 ini.

Awy Seno, penyanyi dengan suara emas dari Flores, tentu bisa buat kejutan bagi publik Indonesia seperti Aldo, karena cara Awy bernyanyi sangat super.