DEPOK (eNBe Indonesia) – Wanita Katolik Flores menjadi sorotan Gereja karena gagal mempertahankan keutuhan kehidupan perkawinan lantaran rendahnya komitmen, mengalami kemerosotan ekonomi, dan hambatan sosial lainnya.

Pater Kamilus (Mil) Ndona, CP (Conggregasi Passionis) pun menasihati dan meneguhkan setiap pasangan keluarga muda, bahwa kehidupan perkawinan mengalami kerapuhan tapi hal paling buruk ini mesti jadi refleksi penting karena suami dan istri, dalam perkawinan Katolik, wajib mempertahankan keutuhan perkawinan.

Manusia diciptakan dari tanah, ini menunjukkan kerapuhan hidup manusia di hadapan Allah. Allah prihatin karena si Adam kesepian, tidak ada penolong yang lain, Adam sungguh berat tanggungjawabnya, untuk memelihara dan melestarikan alam ciptaan.

Maka diambil dari tulang rusuk Adam, Allah menciptakan Hawa, yang menunjukkan kesepadanan. Allah tidak mengambil dari tulang kepala karena takut Adam besar kepala, atau dari tulang kaki karena Hawa akan diinjak-injak oleh Adam.

Ada refleksi lebih lanjut, bahwa pria harus meninggalkan orangtuanya dan bersekutu dengan istrinya. Harus ada persekutuan antara suami dan istri, tidak sekedar duduk bersama atau jalan bersama. Kebersamaan harus menjadi landasan utama hidup berkeluarga hingga ajal menjemput. Kebersamaan dalam merencanakan segala sesuatu, kebersamaan dalam proses, kebersamaan dalam karya, dan hasilnya pun dinikmati secara bersama-sama.

Dewasa ini keluarga-keluarga baru tidak lagi memperhatikan aspek kebersamaan ini sehingga di sana sini kita jumpai banyak pasangan yang konflik, pisah, cerai. Ingat perkawinan Katolik memiliki dua ciri, yakni monogami dan tak terceraikan seumur hidup.

Monogami supaya cinta tak terbagi, materi tidak terbagi. Kedua, tak terceraikan seumur hidup, ini berat. Kita lihat cukup banyak keluarga kristiani yang tidak mampu mempertahankan keutuhan perkawinan. Ada yang pisah ranjang. Banyak sekali dokumen yang masuk di keuskupan agar perkawinan itu dianulasi (dihapus) karena dinyatakan tidak sah dalam proses-prosesnya, juga masalah-masalah yang ada, karena tidak ada istilah diceraikan.

Penyebabnya adalah  pasangan tidak saling percaya lagi. Perselingkuhan terjadi karena pasangan sudah lebih mengagumi orang lain. Kegaguman satu sama lain itulah yang harus dipertahankan hingga akhir hayat.

Manda Margaretha, memilih mendoakan suaminya (Hermanto), karena itu adalah cara mencintai paling rahasia, meski tetap berharap suaminya menjadi pribadi yang baik untuk dirinya juga untuk semua orang. Manda yakin dan percaya tak ada satupun kekurangan suami yang membuat Kasih Tuhan berkurang pada suami.

Sebagai istri Manda memilih tetap tampil sexy, tapi bukan karena pakaian yang dipakai, tapi karena pemikiran dan peran sebagai seorang istri terbaik. “Terkadang saat ini kita adalah orang paling bahagia di dunia, tapi di saat lain mungkin kita paling kesepian. Dunia ini terlalu sempit untuk menyuapi EgoMU. Syukuri setiap perjalanan,” tulis Manda di laman facebook. “Melangkah atau Berhenti adalah sama-sama keputusan baik. Intinya adalah bertanggung jawab pada setiap pilihan.”

Manda, hanya satu potret, sosok yang menegaskan punya karakter terbaik untuk suami. Wanita selalu istimewa, karenanya sulit dimengerti pria. Apakah memang karena Hawa diciptakan saat Adam sedang tertidur? Mengutip Thomas Jefferson, jangan merasa terusik dengan kebahagian orang lain, tulis Manda. Sebuah Cinta yang mengisi kotak hati terdalam, akan menggantikan kepedihan dengan sukacita. Ingat titik terendah dalam hidupmu tidak sejauh yang kamu bayangkan. Lihat kedalam dirimu, dan raihlah mimpi. (kontributor: Ockhand Tage)