DEPOK (eNBe Indonesia) – Pasangan suami istri (pasutri) tentu mengalami masa-masa gembira, indah, penuh keceriaan, penghiburan (konsolasi), tapi juga sebaliknya terpuruk di masa-masa desolasi (sulit, retak, konflik).

Janganlah panik jika pasutri sedang mengalami masa desolasi karena pada saat ini akar cinta akan mencari sumber kedalaman. Pasutri harus bisa menghidupkan kelemahan menjadi kekuatan, dan ini nyata terjadi karena keajaiban cinta itu sendiri.

Marsellinus Ado Wawo & Patricia Mariana Botha

Demikian Romo Edu Ratu Dopo SJ meneguhkan pasutri Katolik dalam kotbahnya pada Misa Syukur 25 Tahun Pernikahan (silver wedding anniversary) Marsellinus Ado Wawo dan Patricia Mariana Botha di Jakarta tadi malam (2/11).

Seperti tanaman, cinta itu akan meranggas di musim panas, tapi bunga-bunga cinta akan muncul lagi saat tibanya musim semi, seperti mawar di bulan April.

Romo Edu mengingatkan bahwa cinta butuh perjuangan karena cinta mengalami dinamika yang unik. Pria umumnya memandang cinta terlampau sederhana dan mereka memilih untuk mencintai secara sederhana. Namun, sebagian besar wanita selalu ingin balas dendam, mengekspresikan hasrat yang terpasung.

Persis seperti di musim panas, wanita-wanita di barat buka-bukaan (tampil dengan sehelai penutup tubuh) setelah diam kaku di musim dingin yang panjang, bentuk balas dendam duniawi.

“Demikianlah kehidupan, dan urusan kita adalah urusan dunia. Janganlah terlampau berpikir idealis karena tugas kita adalah melihat kelemahan-kelemahan kita dan kita harus mulai menatanya. Tentang hidup, janganlah berpikir normatif. Kita harus bisa hidupkan kelemahan menjadi kekuatan kita, dan mari saling memberi dengan pasangan kita,” ujar Romo Edu.

Marsel Ado Wawo adalah sosok suami yang memiliki adrenalin untuk membunuh setiap keinginan hati agar terus hidup langgeng dengan istrinya, dan mendidik tiga putranya (Christian, Arnold, Renol). Meski tak percaya diri di awal bercinta, aksi curi pandang, kirim salam, kirim sapu tangan, jemput pacarnya Patricia M Botha adalah bukti nyata adrenalin seorang pria tampan 25 tahun silam itu.

“Cinta yang menghidupkan pasangan Marsel & Tric. Hidup itu harus mengembirakan. Love is amazing dan dunia menyaksikan mereka terus bercinta, berciuman. Laki-laki yang tak punya cinta itu enda wenga (sonto loyo)”, pungkas Romo Edu, yang menutup kotbah penuh humor dengan nyanyian renyah, kado bagi yubilaris.