DEPOK (eNBe Indonesia) – Umumnya pria jaman now menjelma menjadi suami galak, egois karena ketegaran hati menguasai diri mereka. Benar sejak jaman Nabi Musa banyak pasangan Katolik bercerai, lalu Musa kala itu mengijinkannya.

Tetapi Yesus sendiri mengembalikannya dengan melarang pasangan (pengikut/umatnya) untuk bercerai. Musa memang mengijinkan perceraian tapi khusus untuk mereka yang hatinya penuh kedekilan, egois, tertutup.

“Bagi pasangan suami istri jaman now, hati-hatilah, dan bangunlah keluargamu penuh komitmen,” ujar RD Tino Sera saat meneguhkan pasangan menikah, Kristoforus Mae (Rinto) dan Anna Maria Bate (Irra) di Gereja St. Catharina TMII Jakarta Timur pada Sabtu (9/11).

RD Tino blak-blakan menggugah Rinto dan Irra untuk serius membangun keluarga penuh komitmen, karena Tuhan sendirilah yang mempertemukan kedua insan manusia ini. “Kalian berdua bisa memberikan senyum paling manis sekarang karena kalian sudah dipersatukan sebagai suami istri, tapi ingat Tuhan tidak berhenti di sini. Tuhan akan tetap hadir dalam kehidupan kalian berdua selanjutnya.”

Hal ketegaran hati yang dilukiskan dalam Injil Santo Markus (Mark 10:1-8), RD Tino mengingatkan Rinto dan Irra untuk tidak egois, tidak melupakan memberi maaf, tidak lupa berterima kasih, juga tidak lupa memberi pujian satu sama lain.

Rinto adalah personifikasi sosok yang galak di kalangan teman-teman kuliahnya ketika di STFT Ledalero dan komunitas Seminari Tinggi Ritapiret Maumere, Flores. Oleh teman-teman, Rinto dipanggil dengan nama Galak. Tetapi galak dalam konotasi yang positif, ujar RD Tino.

Hanya saja pengakuan Rinto bahwa jarang memberi pujian bagi Irra bisa jadi poin minus. Sebaliknya Irra justru seringkali memuji Rinto. Sebagai seorang perawat, Irra tentu punya kelebihan, yakni kesetian, kesabaran, dan perhatian besar bagi sang kekasih hati.

Di akun facebook, Rinto justru berulangkali mengekspresikan cintanya pada Irra. Dia pernah menulis 13 alasan mengapa dia jatuh cinta pada wanita kelahiran Aimere Ngada dengan profesi perawat itu.

Pria kalem, yang juga pemain veteran Persena Nagekeo Jakarta, ini pun agresif mengejar Irra, anak sulung yang dia yakin punya kelebihan dalam segala hal. Bahagia itu di saat aku + kamu menjadi kita, tulis Rinto, putra sulung almarhum Anselmus Mere dan Lidwina Resi tinggal di Maukeli, Nagekeo.

Sebaliknya Irra, putri sulung Benediktus Muda dan Anastasia Gili, begitu menginspirasi Mother Teresa, terus mengisi hari ini dengan kasih, karena kemarin telah berlalu (memori) dan besok belum kenyataan (impian). Jika tidak mampu memberi makan ribuan orang (kasih) pergilah dan berilah satu orang saja, kata Mother Teresa.

RD Tino pun meneguhkan Rinto dan Irra untuk membangun keluarga dengan apa yang ada pada diri mereka berdua. “Ingat, kisah Yesus memberi makan 5 ribu orang, Yesus bertanya kepada murid-Nya ‘apa yang ada pada kamu’ bukan yang orang lain punya.” Belajarlah juga konsep ideal membangun keluarga dari orangtua, bapak mama saksi, dan para sahabat.

HAPPY WEDDING RINTO DAN IRRA!! Seperti tampil sebagai bek kanan yang tangguh di lapangan bola, Rinto mesti tangguh menghadapi banyak serangan balik dari lawan-lawan yang berbahaya. Yakin dan percayalah, Irra akan sigap menyembuhkan luka-luka, tidak hanya dengan obat merah atau betadin, tetapi dengan pelukan dan ciuman.