DEPOK (eNBe Indonesia) – Menteri Pendidikan dan kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengajak guru untuk berani mengambil langkah pertama, untuk kemerdekaan belajar. Setiap anak memiliki kebutuhan berbeda, tetapi keseragaman telah mengalahkan keberagaman.

Yohana Fransisca Samu, Guru Ipeka Grand Wisata, Jakarta

“Anda (guru) ingin setiap murid terinspirasi, tetapi anda tidak diberi kepercayaan untuk berinovasi. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. Tapi satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia,” tulis Nadiem dalam rilis untuk memperingati Hari Guru hari ini.

Perubahan tidak dimulai dari atas, semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambillah langkah pertama, pinta Nadiem. Mendikbud meminta gur untuk mulai melakukan perubahan kecil di dalam kelas.

“Ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar. Beri kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas. Cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas. Temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri. Dan tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitas,” tulis Nadiem dalam rilis.

Guru ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan pertolongan. Guru ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu guru habis untuk mengerjakan tugas administratif dan manfaat yang jelas.

Ingatlah, potensi anak tidak diukur dari hasil ujian. Murid harus berpetualangan di luar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya. Di dunia nyata, kemampuan berkarya dan berkolaborasi akan menentukan kesuksesan anak, bukan kemampuan menghafal.