DEPOK (eNBe Indonesia) – Dalam rangka menyongsong hari ulang tahun Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ke-61, masyarakat NTT di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) dan Serang-Banten akan mengadakan pesta rakyat pada 7-8 Desember 2019 di Anjungan NTT Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.

Pesta Rakyat NTT ini diselenggarakan oleh Ikatan Keluarga Besar Nagekeo (IKBN) Jabodetabek-Serang dan Ikatan Keluarga Besar (IKB) Wuamesu Indonesia, bekerja sama dengan Kantor Badan Penghubung Propinsi NTT Jakarta.

IKB Wuamesu Indonesia dijadwalkan menggelar Festival Gawi & Nggo Wani pada Sabtu (7/12), sementara IKBN Jabodetabek-Serang akan menggelar Tinju Adat (Etu) pada Minggu (8/12), mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai.

Yosef Juwa Dobe Ngole

Yosef Juwa Dobe Ngole, Ketua Pelaksana Pementasan Etu Nagekeo, mengatakan IKBN Jabodetabek-Serang mengambil bagian dalam memeriahkan hari jadi NTT, sambil merekatkan persatuan dan perasaan basodara anak-anak Flobamora (NTT) di Jabodetabek dalam suatu panggung budaya Etu-Sudu (tinju tradisional Nagekeo-Ngada).

“Nagekeo Jabodetabek-Serang tampil sebagai tuan rumah, selaku pemegang adat etu atu sudu (moi bu’u), sekaligus aktor utama dalam pementasan tinju tradisional tersebut,” ujarnya kepada Redaksi eNBe Indonesia malam ini.

Pementasan Etu atau Sudu, lanjut Dobe Ngole, akan melibatkan masyarakat Ngada, yang sebagian wilayahnya memiliki warisan budaya tinju tradisional, yang dikenal dengan nama Sudu atau Sagi. Etu atau sudu, pageleran tinju tradisional yang telah hidup dan berkembang puluhan, bahkan ratusan tahun di kabupaten Nagekeo.

“Etu atau sudu tidak sekedar atraksi adu tangkas antar pemuda di dalam arena tinju, memukul dan menangkis, berlari dan menari namun di dalamnya ada pesan-pesan filosofis, menjunjung tinggi nilai sportivitas. Menang atau kalah tidak dilihat dari angka meski peluh dan darah jadi satu. Kepercayaan diri mesti tumbuh agar bisa tampil tegap dan bertarung dengan gagah berani. Permusuhan tidak boleh terjadi karena diakhir para petinju mesti berangkul damai. Para penonton beramai-ramai tak peduli dari mana mereka datang, karena sejatinya etu atau sudu adalah sarana persaudaraan dan persatuan.”

Masyarakat NTT Diaspora mesti terus pererat tali persaudaraan dan memupuk rasa kekeluargaan, menanamkan nilai cinta budaya, dan memperkenalkan dan melestarikan warisan budaya untuk memperkuat khazanah budaya bangsa Indonesia.

Pementasan tinju tradisional Etu Nagekeo juga bagian penting dari upaya mengembangkan bakat dan kemampuan serta kepribadian masyarakat NTT yang tahu menghargai dan melestarikan warisan budaya para leluhur. Di samping itu, pageleran Etu Nagekeo juga adalah sarana penggalian dan pengembangan bakat dan potensi kaum muda NTT dalam berkreativitas melalui jalur budaya.