Oleh Elton M Wona *)

Elton M Wona

Sejarah Sepak Bola NTT membuktikan bahwa PSN Ngada merupakan raksasa sepak bola NTT. Bagaimana tidak? PSN Ngada mengoleksi trofi paling banyak untuk Eltari Cup di NTT, juga menembus babak 16 besar Liga 3 Nasional tahun 2018. Tahun ini, PSN sukses melangkah hingga babak 16 besar, tapi faktor non teknis memupuskan harapan PSN Ngada untuk bisa menembus Liga 2 Nasional. PSN Ngada pernah menoreh prestasi terbaik ketika menjadi runner-up Liga Nusantara tahun 2016, kalah di partai final kontra Persenden Bali.

PSN Ngada sukses populer di ajang sepak bola nasional, karena memiliki keunggulan dan superior untuk aspek skill, daya juang (fighting spirit), permainan dengan tensi yang tinggi, juga manajemen yang mumpuni.

Di ajang Copa Flobamora Jakarta 2019, anak-anak Ngada membuktikan diri sebagai yang terbaik dan superior. PSN Ngada dan Garuda Kefa TTU (sebagian besar pemain adalah anak-anak Ngada) adalah dua tim yang bertarung di partai puncak (final) besok (21/12).

Tim PSN Ngada unggul dalam hal ketenangan bermain dan tajamnya lini serang, sementara Garuda Kefa konsisten bermain all out. Tampaknya kedua tim ini sama-sama memiliki peluang menjadi jawara.

Fritz, pelatih kepala (head coach) PSN Ngada Jakarta menegaskan bahwa timnya menargetkan untuk mengangkat trofi. Sebaliknya, Mario B (manajer termudah Garuda Kefa) sesumbar jika timnya akan menyuguhkan permainan terbaik dengan pola penyerangan yang berbeda.

Publik sepak bola NTT di Jakarta dipastikan akan menikmati laga final besok penuh heroik karena kedua tim, pasukan Jaramasi (PSN Ngada) dan Garuda Kefa TTU akan bertarung alot, seru, dengan tensi permainan yang tinggi.

PSN Ngada unggul karena beberapa pemain memiliki jam terbang yang lebih banyak, selain ketenangan dalam permainan. Hanya saja, beberapa lini kalah cepat (speed) dan beberapa pemain yang emosional bisa menjadi titik lemah. PSN tak mudah menggempur pasukan Garuda Kefa karena tim TTU ini memiliki speed power yang lebih baik, fighting spirit yang konsisten. Tapi kelemahan Garuda Kefa adalah bermain kurang tenang, cenderung emosional, finishing (penyelesaian akhir) yang lemah di gawang lawan.

Ada sisi lain yang tak kalah menarik adalah “GO LABA” (gong gendang) yang terus berkumandang jika dua tim ini berlaga. Bukan mitos, masyarakat Ngada percaya bahwa paduan bunyi go laba menghadirkan nenek moyang (ebu nosi) di lapangan.

Apakah hadirnya ebu nosi menjadi dewi fortuna bagi PSN Ngada, atau justru Garuda Kefa? Hasil akhir besok akan menentukan. Hal yang pasti, mirip dengan Jogo Bonita Team Samba Brasil, paduan bunyi go laba akan merasuki naluri pemain di lapangan, naluri untuk menari-nari, menyuguhkan permainan atraktif dan indah.

*) Penulis adalah mantan pemain PSN Ngada