DEPOK (eNBe Indonesia) – Setiap orang Katolik tentu memaknai Natal (Kelahiran Tuhan Yesus) dengan beragam cara dan pandangan. Tapi RD Aloysius Tri Harjono (Romo Tri), pastor paroki Santo Herkulanus Depok (Jawa Barat), menandaskan orang Katolik mesti bisa merubah diri secara radikal (baca: pertobatan).

“Natal jauh lebih indah, dari sekedar kenangan-kenangan tentang Natal, karena karya besar terjadi dimana Allah mau menjadi manusia biasa dan sederhana seperti kita. Yesus sendiri adalah Keajaiban itu, dan setiap orang yang percaya padaNya mengalami begitu banyak keajaiban dalam hidup ini,” ujar Romo Tri dalam kotbah Malam Natal (24/12) di Gereja Santo Herkulanus Depok.

Keajaiban belaskasihan Allah, melalui kuasa Roh Kudus, kata Romo Tri, bukan terjadi saja pada 2000 tahun lalu, tapi hingga sekarang. “Roh Kudus selalu membantu kita untuk melakukan kehendak Tuhan. Maka kita bisa mengalami keajaiban pertobatan, merubah secara radikal. Berubah 180 derajat dari berdosa menjadi kudus, dari mementingkan disi sendiri, bisa melayani Tuhan dan sesama.”

“Keajaiban Natal yang lain adalah persahabatan, seperti persahabatan Maria dan Elisabeth. Mereka saling memberkati dan ini bisa kita lakukan. Kekurangan orang lain tidaklah mengganggu kehendak kita untuk bersahabat dengan semua orang, termasuk bersahabat dengan mereka yang tidak seiman dengan kita,” ujar Romo Tri.

Maka itu,lanjut Romo Tri, keajaiban Natal, perayaan kelahiran Yesus, sungguh menjadi kasih karunia, berkat, dan rahmat bagi umat Kristen. “Rasul Paulus mengatakan kasih karunia itu mendidik kita agar meninggalkan keinginan-keinginan duniawi, dan kita hidup adil, bijaksana, beribadah.”

Keuskupan Bogor memberikan prioritas utama dan pertama pada tahun 2019 ini adalah Sinode 2 “Sukacita sebagai communio yang injili, peduli, cinta alam, dan misioner. “Marilah berjumpa dan berjalan bersama dalam karya pelayanan Gereja sekaligus memberi warna baru dengan spiritualistas kelahiran Yesus di hati,” ujar RD Yulius Eko Priyambodo (Pastor Vikaris St Herkulanus) seperti dikutip Warta Herkulanus edisi Natal 2019.

Thomas Suhardjono, tokoh umat di Keuskupan Bogor, juga memaknai Natal sebagai momen indah menjadi sahabat bagi umat yang lain, sahabat bagi semua orang yang tidak seiman, dan menjadi sahabat Yesus yang bisa dipercaya, bisa mencintai, bisa melakukan perintah kasihNya.

“Dalam konteks sahabat Yesus, kita tidak lagi memikirkan kekawatiran dan usaha untuk memperkuat diri sendiri, namun akan berusaha memahami apa yang diperintahkan oleh Yesus kepada kita. Natal mengajak kita untuk berperan sebagai sahabat bagi semua orang. Tidak boleh ada lagi saling curiga dan benci, menjegal dan mem-bully karena kita hidup di negri yang plural, banyak suku, agama, ras dan golongan,” ujar Thomas seperti dikutip Warta Herkulanus.