Laporan Rofin Selawolo

NGADA (eNBe Indonesia) – Bupati Ngada Paulus Seliwoa, sebagai pemimpin daerah, menghimbau calon bupati dan wakil bupati Ngada periode 2020-2025 untuk tetap menjaga rasa persaudaraan dan menghindari provokasi-provokasi yang dapat memecah belah persatuan di tanah Ngada.

“Sebentar lagi kita akan memilih pemimpin baru di Kabupaten Ngada tercinta ini. Sudah ada calon-calon yang turun ke masyarakat untuk mensosialisasikan visi dan misinya masing-masing untuk membangun Kabupaten Ngada tercinta,” tulis Paulus di Flores Pos.

Bupati Ngada mengklaim bahwa secara keseluruhan pencapaian visi daerah kabupaten Ngada saat ini tergolong tinggi, demikian juga hasil evaluasi terhadap pencapaian target-target pembangunan. Keberhasilan ini lalu diapresiasi oleh pemerintah pusat dengan mengalokasikan dana insentif daerah sebesar sekitar Rp42 miliar.

Pemda Ngada sudah menerapkan sistem e-planning dan e-budgeting tahun 2019, mendapat apresiasi dari Pemerintahan Provinsi NTT. Sistem e-planning dan e-budgeting menghasilkan perencanaan dan penganggaran yang konsisten, memudahkan managemen pengelolaan keuangan daerah yang transparan dan akuntabel.

Prioritas Pemda Ngada tahun ini adalah pertama, melanjutkan dan mempercepat pembangunan infrastruktur dasar (jalan, air, listrik), dan kedua, pemberdayaan ekonomi ramah lingkungan (go organic) dan pengembangan pariwisata.

Gregorius Upi Dheo, calon Bupati Ngada, mengatakan pemerintah mesti lebih fokus pada pembangunan sektor pertanian, selain pariwisata. “Kita mesti fokus bantu petani karena 82% masyarakat Ngada adalah petani. APBD untuk sektor pertanian pun masih sangat kecil, harus ditingkatkan,” ujarnya kepada Redaksi eNBe Indonesia belum lama ini.

Gregorius (GUD), bersama pasangannya Yohanes Tay Ruba (calon wakil bupati), sangat intens melakukan sosialisasi dan menggali setiap problem dan harapan masyarakat Ngada hingga di desa-desa terisolir. “Saya tidak terganggu dengan segala bentuk provokasi, tapi saya justru menikmati proses itu. Bahwa mau jadi Bupati tidak bisa instan, tapi harus turun, terjun langsung bertemu masyarakat dan menawarkan solusi, ide, gagasan, berikut fokus, terutama membangun ekonomi Ngada yang kuat.”

Gregorius mengatakan pihaknya (Paket GUD-ATR) akan melakukan pendampingan-pendampingan, memberikan bantuan-bantuan tepat guna, berikut membangun basis program berbasis data. “Kekuatan ekonomi harus di bangun dari lingkungan terkecil melalui kebijakan yang tepat sasaran dan bermanfaat bagi rakyat. GUD-ATR dengan Politik keberpihakan, karena Rakyat adalah Pemilik Kedaulatan.”

Gregorius menambahkan dirinya tak menginginkan perang ataupun perselisihan. “Dalam semangat membangun Ngada, saya menawarkan kolaborasi semua unsur. Gotong Royong! Su’u papa suru, sa’a papa laka! Saya tetap berpikir positif. Bahwa, perbedaan adalah kekayaan, sekaligus kekuatan.”