DEPOK (eNBe Indonesia) – Paus Fransiskus mengingatkan para penggembala gereja (Pastor) masa kini untuk berjalan bersama umat, meneguhkan umat, menghibur umat, berikut membangun komunikasi lebih terbuka.

Uskup Bogor, Mgr Paskalis Bruno Syukur, OFM, mengatakan imam/pastor bertugas membangun komunio injili, yang bersuka cita, yang peduli, yang mencintai alam, dan yang misioner, dan pastor harus memberi contoh bagi umat.

“Kalau orang hidup dalam suatu persekutuan (komunio) tanpa adanya sikap meminta, meminta perhatian, meminta supaya didengarkan, kiranya persekutuan itu tidak bisa berjalan. Maka benarlah yang dikatakan oleh rasul Yohanes, bahwa apa saja yang kita minta dari Allah, kita peroleh daripadaNya, karena kita menuruti segala perintahNya,” ujar Uskup Paskalis dalam kotbah perayaan pemberkatan dan peresmian Rumah Kasih Unio (Wisma Vianney) Keuskupan Sufragan Bogor di Telaga Kahuripan Parung-Bogor pada Senin (6/1).

Perintah Allah, demikian ajaran Yesus, adalah tentang saling mengasihi, saling mendukung dalam hidup ini, saling mencintai satu sama lain, tegas Uskup Paskalis. Dan Yesus itu, kata Uskup, menjadi fokus utama dari kehidupan para imam/pastor dan uskup. “Panggilan menjadi imam, kita berjuang menjadi serupa dengan Yesus, serupa dalam karya pewartaan, perhatian, dan penggembalaanNya.”

Dengan hadirnya Rumah Kasih Unio (Wisma Maria Vianney), Uskup Paskalis berharap, para imam diosesan memperoleh kekuatan, spirit, atau energi baru, untuk pergi lagi (dari rumah Unio) mewartakan kabar sukacita Tuhan seperti yang dilakukan Yesus sendiri.

Rasul Yohanes mengatakan banyak nabi palsu muncul dan pergi ke seluruh dunia. Setiap roh yang mengaku bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah, tetapi setiap roh yang tidak mengakui Yesus tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus (1 Yoh 4:2-3).

Banyak bangsa yang diam dalam kegelapan, maka Yesus berkeliling di seluruh Galilea, dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu (Matius 4:23).

Uskup Paskalis pun menggugah pastor dan umat agar memiliki tekad bersama, tidak ragu meminta kepada Tuhan, dan terus hidup dalam kebersamaan dengan Yesus. “Hidup ini harus selalu bersyukur pada Tuhan dan juga sesama.”

“Dalam hidup kita jangan pernah untuk berhenti meminta dari Allah. Memohon dari Allah untuk kebaikan hidup kita dan kebaikan hidup bersama. Itu dibutuhkan, untuk kita sampaikan dalam doa-doa kita, dalam ekaristi, sakramen-sakramen yang dirayakan oleh gereja. Rumah ini dibangun (Rumah Kasih Unio) karena kami meminta dan kalian menjawab dengan mendengarkan permintaan kami. Maka saya ucapkan terima kasih.”

Pembangunan Rumah Kasih Unio (Wisma Vianney) dan gedung baru Seminari Stella Maris sudah rampung dan siap digunakan, sementara Rumah Retret akan dibangun di kompleks yang sama. Tidak perlu menunggu bintang jatuh untuk mewujudkan rumah Unio, karena kasih Tuhan lebih besar dari segalanya, tulis RD Antonius Dwi Haryanto, Ketua UNIO Bogor, di laman facebook. Rumah Kasih Unio juga meliputi gereja atau kapel berdoa, yang terbuka bagi umat pada umumnya, selain bagi para imam dan seminaris.

Hadrianus Wardjito, alumni Seminari Stella Maris, menulis bahwa para Imam atau Bruder, alumni Stella Maris Bogor, jelas ada di mana saja, dari Sabang sampai Merauke, dari Yerusalem sampai Madagaskar, dari OFM sampai SCJ. Uskup Paskalis mengatakan Imam di Keuskupan Bogor saat ini sudah mencapai 72 orang, akan lampaui 100 dalam 5-10 tahun ke depan.

“Semoga makin bertambah banyak lagi ‘bibit pangilan’ yang hadir dan merajut masa depan penuh harapan di tempat ini (‘penjara suci’) yang baru (gedung seminari di Telaga Kahuripan),” tulis alumni Bambang Hendrawan. Seminaris Stella Maris menimba ilmu di SMA RP Bogor, SMA Regina Pacis, SMA Mardi Yuana, SMA Budi Mulia, kini SMA Marsudirini.

Seminari Stella Maris terus berproses menjadi seminari yang jaya penuh persaudaraan, tulis alumni Roberth Wibowo. Selamat buat gedung yang baru, crescat et floreat. Gedung seminari yang lama di jalan Kapten Muslihat (Kamus) 20 Bogor mungkin diproyeksikan menjadi museum karena telah berusia 125 tahun.