Laporan Rofin Selawolo

ENDE (eNBe Indonesia) – Publik Ende menolak konstruksi patung baru Marilonga karena tidak selaras dengan wajah dan penampilan asli Pahlawan Marilonga. Dinar PUPR dan pihak rekanan CV Elisa Jaya akhirnya mencopot patung Babo Marilonga yang terpasang di taman patung Wolowona pada Senin (6/1).

Sinta Sare, kepala bidang penataan bangunan dan lingkungan, Dinar PUPR Ende, mengatakan Dinas PUPR Ende mengalokasikan anggaran sebesar Rp250 juta tahun 2019 untuk pembuatan patung Babo Marilonga dan Baranuri.

Keturunan langsung Babo Marilonga, kata Sinta Sare, telah menyepakati tampilan patung baru Babo Marilonga, yang menggunakan parang, anak panah, dan busur. Tapi ukuran patung baru terlalu kecil, maka harus direkonstruksi ulang.

Cerita tentang Marilonga (atau Mari Longa); pahlawan Lio dari Watunggere-Detukeli yang jadi ikon heroisme orang Ende karena perlawanannya terhadap penjajah Belanda.

Patung perkasa itu rusak ketika gempa & tsunami Flores 1992. Cukup lama terbengkalai, lalu dibuatkan patung baru. Sayang patung baru tampak lebih kerdil, kaku. Parang terhunus pada patung asli, justru berubah dengan sarung di pinggang, perisai diganti busur, berdiri dengan busana mirip rok.

Ikhwal wajah asli Pahlawan Marilonga, sebagian sangsi dengan foto yang beredar dan diklaim berasal dari museum Belanda. Sulit dibayangkan, seorang pemimpin perang mau berpose untuk musuhnya.