DEPOK (eNBe Indonesia) Pengadilan Negeri Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat hari ini (5/2) memutuskan terdakwa Suzethe Margaret (SM) bebas dari ancaman hukuman penjara 5 tahun atas perbuatan penistaan atau penodaan agama.

Alfonsus Atu Kota, pengacara dan pendamping hukum SM, mengatakan kliennya dinyatakan bebas meski hakim mengakui perbuatan SM sebagai pencemaran atau penistaan terhadap agama.

“Hakim tidak tidak menjatuhkan hukuman kepada klien kami, tetapi justru memutuskan bebas karena klien kami mengalami ganguan jiwa (paranoid),” ujarnya kepada Redaksi eNBe Indonesia siang ini. SM, kata Alfons, sudah mengidap gangguan jiwa sejak 2013 dan rutin berobat.

Alfons mengakui tekanan dari pihak penggugat sangatlah kuat, dan aksi demo terus dilakukan di kantor Pengadilan Negeri Cibninong setiap digelarnya sidang atas kasus SM. “Tapi kami terus meyakinkan hakim bahwa klien kami menderita gangguan kejiwaan (paranoid), ditambah hasil pemeriksaan dari rumah sakit jiwa yang turut memperkuat,” ujar Alfons dari Kantor Hukum Alfons Atu Kota & Partners.

Kasus SM menarik perhatian publik dan media nasional dan asing setelah video SM membawa anjing masuk sebuah masjid di Sentul, Kabupaten Bogor viral pada 30 Juni 2019. SM membawa anjing masuk masjid tanpa membuka alas kaki sambil marah-marah mencari suaminya (Firdaus Situngkir) dan terlibat pertengkaran dengan pengurus mesjid yang mencoba menyuruh SM membawa anjingnya ke luar masjid.

Sambil membawa anjing peliharaannya masuk ke dalam masjid Al Munawaroh, SM diduga bertanya mengapa suaminya dinikahkan di dalam masjid. SM kemudian ditahan dan diadili, dikenakan Pasal 156a, penodaan/penistaan agama.

foto Jakarta Post