by

Uskup Bogor Ingin Dirikan Gereja Sinodal (Mirip Gereja Karimun)

DEPOK (eNBe Indonesia) – Gedung Gereja St Yoseph Tanjung Balai Karimun di Riau memang sedang digugat oleh sekelompok warga di sekitarnya. Gereja ini telah berdiri sejak 1928, tapi baru kali ini sekelompok orang menggugat IMB Gereja Karimun ke PTUN.

“Sekelompok orang itu menggelar aksi demo dan menuntut IMB Gereja dibatalkan. Sebagian warga di dekat Gereja mungkin tidak iklas dan diduga ada pihak lain yang memanfaatkan suasana hati warga yang kurang iklas itu,” tulis Amandus Raja Sina, salah satu tokok gereja Indonesia, di laman facebook. Presiden Jokowi pun akhirnya berbicara, dipaksa bicara.

Mgr Paskalis Bruno Syukur, OFM, uskup untuk wilayah Keuskupan Bogor, Jawa Barat, justru mengapresiasi umat Katolik di Karimun yang bersatu dan berani menghadapi tantangan terhadap keberadaan Gereja.

Mgr Paskalis Bruno Syukur, OFM – (foto Dian-Rahardjo)

“Seperti pengalaman Gereja di Karimun. Umatnya di sana berjalan bersama menghadapi tantangan ini. Itulah Gereja yang mau kita perjuangkan bersama, kita tumbuhkan bersama, yakni Gereja Sinodal, Gereja yang berjalan bersama, bahwa uskup, pastor, suster, bruder dan umat berjalan bersama dalam persekutuan ini,” ujar Mgr Paskalis dalam kotbah di Perayaan Misa HUT ke-18 Paroki Herkulanus Depok, Jawa Barat pada Minggu (16/2).

Wilayah Indonesia yang merdeka ini, tegas Mgr Paskalis, tidak mesti membuat umat Katolik takut untuk mewartakan kabar gembira di tengah kebinekaan dan pluralitas masyarakat. “2000 tahun lebih Gereja Katolik berusaha mengikuti Yesus dengan aturan-aturan, seperti Yahudi dengan Hukum Taurat, Gereja juga punya hukum. Tapi hukum yang paling utama dan melebihi hukum lainnya adalah hukum cinta kasih, mengasihi Tuhan, dan mengasihi sesama.”

“Kalau kita benar-benar menerima Yesus, percaya padaNya, maka kita akan siap melakukan apa saja yang pernah Ia lakukan untuk kebaikan sesama manusia. Yesus tidak mati konyol, tapi karena mencintai kita. Itulah bentuk pengorbanan yang paling tinggi dari Seorang yang mengasihi orang yang dicintaiNya. Gereja dan persekutuan kita akan mengukur seberapa dalam relasi kita dengan Yesus, sang Hikmat Allah ini,” ujar Mgr Paskalis.

“Dalam Injil, Santo Paulus menulis bahwa mereka memberitakan Hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita. Hikmat Allah itu menjadi nyata dalam pribadi Yesus Kristus. Ada rencana besar Allah yakni Hikmat Kebijaksanaan Allah. Dan itu dalam gagasan, ide besar, program besar, yaitu mau menyelamatkan kita manusia. Tuhan tidak menyuruh orang menjadi orang fasih, munafik dan tidak percaya pada kebaikan Tuhan, dan Dia tidak memberi ijin kepada siapapun untuk berdosa. Tuhan tidak ingin manusia terpisahkan dariNya. Manusia harus diselamatkan supaya kita tidak menjadi orang yang menyangkal Tuhan, yang menjauhkan diri dari Tuhan. Tuhan mencintai manusia sungguh-sungguh, ingin manusia diselamatkan, hidup damai dan sejahtera. Dan Tuhan ingin manusia mencintai satu sama lain dan mencintai Tuhan.”

Dalam konteks Gereja Sinodal, Mgr Paskalis berharap, umat menghayati panggilan hidup dalam Yesus Kristus dan Gereja Katolik sebagai satu Gereja yang sedang berjalan bersama. “Kita memang mau membangun suatu Gereja yang berjalan bersama, saling berpegangan tangan, maju bersama, bersukacita bersama, juga bersedih bersama,” tandas Mgr Paskalis.

RD Yosep Sirilus Natet, Pr, Pastor Paroki Santo Herkulanus Depok, Jawa Barat, juga mengapresiasi pengabdian umat bagi Gereja Herkulanus yang memasuki usia ke-18, usia yang beranjak dewasa. “Berharap kedewasaan iman pun bisa hadir di Gereja ini dan menguatkan banyak pribadi-pribadi, dan berguna bagi sesama dan bagi bangsa.”

Comment

News Feed