Laporan Nocent W. Doi

ENDE (eNBe Indonesia) – Theresia Avila Nonga Laka, salah seorang siswi SDK Paapingga, Desa Demulaka, Kecamatan Ndona Timur, Kabupaten Ende, menuntut Pemerintah bersikap adil dalam penyelenggaraan pembangunan pendidikan di desa-desa terpencil. Pasalnya sebagai pelajar SD di wilayah pedalaman, dirinya merasakan adanya kesenjangan yang sangat besar dalam pelayanan pendidikan, bila dibandikan dengan pelajar lain di wilayah kabupaten Ende.

Pernyataan tersebut diungkapkan Avila, saat didaulat sebagai perwakilan pelajar sekolah dasar se-Kecamatan Ndona Timur pada acara Musyawara Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Tahun Anggaran 2021 yang berlansung di Aula Kantor Camat Ndona Timur di Demulaka pada Kamis (20/2) yang dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Ende, Didimus Toki, dan Anggota Dewan dari dapil Ndona Timur, Maksimus Deki, staf Ahli Bupati Ende, Geradus Edo dan Derson Duka, serta sejumlah kepala dinas, pejabat eselon III dan IV lingkup Organisasi perangkat daerah se kabupaten Ende.

Menurut Avila, saat ini banyak anak dari keluarga tidak mampu di desanya terpaksa putus sekolah, karena tidak memperoleh bantuan biaya pendidikan melalui dana subsidi yang diluncurkan melalui berbagai program dari pemerintah. Namun faktanya subsidi dana pendidikan tersebut justru jatuh ke anak anak yang orang tuanya terkategori mampu secara ekonomi di desa.

Theresia Avila Nonga Laka

“Pemerintah Kabupaten Ende dimohon agar selalu bertindak dan bersikap adil, dalam memberi bantuan untuk peserta didik. Karena realita yang terjadi masih banyak peserta didik yang berasal dari keluarga kurang mampu tetapi tidak mendapatkan bantuan dan perhatian dari pihak pemerintah melalui berbagai program. Sedangkan siswa yang memang sebenarnya berasal dari keluarga mampu tetap mendapat perhatian atau bantuan dari pemerintah,” demikian ungkap Avila putri dari Lambertus Laka dan Rosmiyanti Geta Lantang.

Lebih lanjut siswi yang bercita-cita jadi Polwan ini mengungkapkan kegundahannnya karena dia melihat kenyataan masih terlalu banyak angka putus sekolah saat ini dengan berbagai alasan, entah karena soal ekonomi atau faktor-faktor lain seperti lingkungan dan masyarakat.

Oleh karenanya Avila mengatakan pihaknya berharap pemerintah kabupaten lebih sering mengunjungi lembaga pendidikan terutama sekolah-sekolah yang jauh dari ibu kota. Hal tersebut menurut Avila, supaya pemerintah dapat mengetahui permasalahan yang dihadapi sekolah-sekolah di desa.

Selain itu juga, Avila menyoroti perhatian pemerintah terhadap nasib guru-guru honor yang selama ini telah menjadi pendidik. “Sebagai murid, mereka sangat merasakan bahwa kehadiran seorang guru sangatlah penting artinya, sebab lahirnya seorang murid yang cerdas tentu berasal dari guru yang baik juga. Jika kesejahteraan para tenaga pengajar tidak tetap ini, tidak sungguh diperhatikan pemerintah maka sangat berimbas pada proses belajar mengajar di sekolah dan merekalah yang paling dirugikan,” kata Avila.

“Oleh karena itu pada kesempatan yang sangat bermartabat ini, sesuai tekat pemerintah kabupaten Ende menuju Kabupaten Ende Layak Anak maka saya mewakili teman-teman semua pelajar di Kecamatan Ndona Timur mengharapkan agar pemerintah benar-benar menyikapi persoalan baik kami sebagai murid dan guru guru sebagai tenaga pendidik yang telah saya sampaikan di atas secara bijak dan arif. Agar terciptalah mutu pendidikan yang baik di Kabupaten Ende pada umumnya dan lebih kusus di wilayah kecamatan Ndona Timur,” tutur Avila yang disambut tepuk tangan meriah dari peserta Musrenbang Kecamatan Ndona Timur.