DEPOK (eNBe Indonesia) – Virus Corona akan membunuh siapa saja termasuk pemimpin negara, raja, pemimpin agama, tapi sebagian besar orang miskin, mereka yang hidup di tempat-tempat kumuh, terselamatkan, bukti Tuhan, Sang Pemberi Kehidupan, menunjukkan kuasaNya, kuasa untuk menyelamatkan mereka yang tak berdaya, miskin dan papa.

RD. Yulius Eko Priyambodo (Romo Eko)

Tetapi semua manusia akan mati, maka Tuhan mengutus PutraNya Yesus Kristus untuk mewartakan keselamatan jiwa dan kehidupan yang kekal di Surga. Dan hanya orang-orang yang beriman, percaya pada Yesus, Sang Juru Selamat, tidak akan pernah takut dengan kematian di bumi, karena terpenting adalah kehidupan kekal setelah raganya mati ditelan bumi.

RD. Yulius Eko Priyambodo (Romo Eko), Pastor Vikaris Paroksi Santo Herkulanus Depok, Jawa Barat menegaskan bahwa Yesus itu Air Kehidupan, yang membuat seseorang hidup selama-lamanya.

“Air itu digunakan untuk mencuci tangan, agar selamat dari virus Corona. Tapi dalam Injil Yohanes (4:5-43) dikisahkan, Yesus meminta air dari seorang perempuan Samaria dan memberi pengertian kepada wanita itu bahwa air dari sumur hanya bisa menghilangkan rasa haus, dan setiap orang akan tetap haus jika hanya meminum air dari sumur,” ujar Romo Eko dalam kotbahnya di Misa hari ini (15/3).

Yesus, jelas Romo Eko, sebenarnya memaksudkan kebenaran tentang Allah dan KerajaanNya. Kebenaran ini bagaikan air yang memberi kehidupan. Itu dapat memberikan kepada seseorang hidup yang kekal.

Yesus, seperti dikisahkan Injil Yohanes, lalu menyuruh wanita Samaria itu pergi dan memanggil suaminya untuk bertemu Yesus di sumur. Sayang wanita itu tidak punya suami ketika itu, padahal sebelumnya punya lima suami.

Wanita Samaria pun terkejut karena Yesus mengenal lima suaminya, padahal Yesus adalah orang Yahudi. “Wanita Samaria kemudian percaya bahwa Yesus itu sungguh seorang sosok yang kuat, Mesias, Rabi, dan Juru Selamat. Kita menjalani puasa, pantang, ibadat jalan salib adalah perwujudan iman untuk semakin mengenal Yesus sebagai Juru Selamat kita,” ujar Romo Eko.

RD. Yosep Sirilus Natet (Romo Natet), Pastor Paroki Santo Herkulanus Depok, juga menghimbau umat agar tetap menjaga ketenangan jiwa dan pikiran dalam menyikapi situasi terkini.

Keuskupan Bogor juga menghimbau warga untuk membatasi interaksi langsung dengan orang lain minimal dalam tenggat waktu 14 hari ke depan. Bagi yang mengalami gangguan ISPA (infeksi saluran pernapasan; batuk, pilek, dll) dihimbau tidak datang mengikuti aktifitas peribadatan/kerohanian sampai benar-benar pulih.

Gereja Herkulanus juga mempersiapkan hand sanitizer bagi umat di gereja, tapi meniadakan air suci, berkat untuk anak-anak, dan dilarang berjabat tangan saat menyampaikan salam damai dalam perayaan misa.

Menurut data WHO, hingga 12 Maret 2020, jumlah orang terinfeksi virus corona (Covid-19) mencapai 125.048 orang, menyebar di 117 negara, dengan jumlah korban meninggal sebanyak 4.613 orang.

Koor Lingkungan Anselmus De Canterbury (ADC)