DEPOK (eNBe Indonesia) – Pemerintah dinilai kurang fokus pada aspek kemanusiaan dalam penanganan penyebaran virus corona (covid-19), sementara pemimpin wilayah (gubernur dan bupati) memiliki interprestasi masing-masing dalam merespon kasus ini.

Maria Yuliana Benyamin, Pemimpin Redaksi (Pemred) Harian Bisnis Indonesia, mengatakan pemerintah perlu membuat kebijakan tegas dan jelas agar penyebaran virus corona tidak masif.

“Apalah arti pemerintah memberi stimulus ekonomi kalau penyebaran virus ini kian masif di mana-mana. Pemerintah harus melakukan sesuatu untuk memberi keyakinan kepada masyarakat bahwa pemerintah akan mengatasi virus corona dengan baik. Sejauh ini tidak ada jaminan dari pemerintah untuk mengakhiri pandemik ini,” tegas Lely, sapaan untuk Maria Y Benyamin, dalam wawancara langsung oleh televisi CNN Indonesia malam ini.

Desi Anwar, Dewan Redaksi CNN Indonesia TV, berharap pemerintah Indonesia bisa belajar dari negara-negara yang lebih berhasil dalam penanganan virus corona, dan membuat langkah-langkah penting untuk memperlambat dan mengakhiri penyebaran virus corona.

“Yang harus kita lakukan adalah mengkomunikasikan apa yang harus kita lakukan bersama, jangan diperdebatkan tentang dampak ekonomi, sosial, lainnya. Tapi bagaimana kita mengakhiri penyebaran virus corona ini,” ujar Desi.

Desi juga mengajak budayawan, tokoh agama, akademisi untuk turut mengingatkan masyarakat, memerangi virus corona. “Kita punya budaya paling bagus yakni gotong royong. Maka tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah, apalagi demokrasi kita seperti ini, kredibilitas terhadap institusi tidak terlalu tinggi, perbedaan visi antara pusat dan daerah, wilayah, sementara bupati dan gubernur masing-masing memiliki intepretasi sendiri-sendiri.”

“Kita semua bisa saja pembawa virus (potential carrier), maka perlu dilakukan contact tracing untuk mengenali riwayat kontak, maka orang dengan kemungkinan terpapar bisa diisolasi,” kata Desi.

Data terkini, pasien terkonfirmasi positif mencapai 369, meninggal 32 orang, dan 17 sembuh. Di wilayah DKI Jakarta, terkonfirmasi positif mencpai 223 orang, dirawat 125 orang, dan isolasi mandiri 66 orang.