DEPOK (eNBe Indonesia) – Seluruh Gereja di Indonesia dan dunia menyelenggarakan Misa Hari Minggu secara livestreaming ditengah ancaman mematikan virus corona (covid-19). Gereja Santo Herkulanus Depok, Jawa Barat juga menyelenggarakan misa livestreaming sejak Sabtu (21/3) hingga 3 April 2020.

(Romo) RD. Yosep Sirilus Natet, Pastor Paroki Santo Herklulanus Depok, meneguhkan umat dalam kotbah misa hari ini untuk tidak takut, cemas menghadapi situasi saat ini karena Allah hadir dalam setiap peristiwa hidup manusia juga dalam setiap kelemahan manusia.

“Kejadian-kejadian yang sekarang ini kita alami, memang membutuhkan kemampuan, bukan sekedar kemampuan untuk melihat, membaca berita, dan melakukan hal-hal yang sifatnya emosional.

“Kita diundang untuk melakukan sebuah pertemuan dalam segala apa yang terjadi. Dalam situasi yang baru kita alami, yang tak pernah kita alami sebelumnya, inilah cara Tuhan, Dia mengundang kita menjadi pribadi-pribadi yang mampu mengandalkan Tuhan dan juga mampu menjadikan setiap pribadi di sekitar kita menjadi mitra atau teman untuk bersama-sama menemukan Allah dalam kelemahan kita.”

Seperti percakapan Samuel dengan Allah (1 samuel 16:1-13), seru Romo Natet, jangan hanya melihat dengan mata karena Allah selalu melihat dengan hati. Sementara Paulus mengisahkan tentang adanya terang dan gelap. “Kita mesti mampu menjadi pribadi-pribadi yang membawa terang. Yesus membuka mata seorang buta untuk bisa melihat. Ada pengalaman yang manusiawi dan keIlahian.” ujar Romo Natet.

“Lalu apa itu iman? Iman adalah hal-hal yang manusiawi mampu ditangkap oleh panca indra kita direnungkan dengan hati, dan kita yakini bahwa itu adalah pengalaman bersama dengan Allah, seperti ketika si buta itu sembuh dan apa yang dilakukan Yesus padanya.

“Iman juga adalah pertemuan atau dialog antara kemanusiaan kita dan keIlahian yang Allah hadirkan lewat tanda-tanda. Kita juga mesti bisa renungkan setiap kejadian manusiawi yang terjadi di dunia ini, yang harus kita alami, sebagai hal-hal yang Tuhan hadirkan, tanda-tanda yang Ia berikan agar kita semakin tahu diri bahwa kita makluk yang lemah dan tahu bahwa Dia adalah Allah Maha Kuasa.

Tanda-tanda yang Tuhan hadirkan dalam kehidupan di dunia ini menjadi cara kita untuk bisa menyadari, merasakan, bahwa Allah mencintai kita. Bahwa Ia tak pernah meninggalkan kita. Banyak pribadi-pribadi yang mungkin sekarang, takut, gelisah dan tak tahu mau berbuat apa. Mari kita kembalikan segala apa yang kita rasakan, kita alami, lihat, dengar, sehingga kita mampu menjadikan pribadi kita sebagai pribadi yang dibukakan mata kita, hati kita, yang akhirnya mampu melihat kehadiran Tuhan yang menyertai kita.”

Romo Natet sesungguhnya berharap umat Katolik tidaklah buta mesti bisa melihat, terutama buta melihat dan percaya bahwa Allah tetap hadir di setiap peristiwa kehidupan dan kelemahan manusia. Seperti orang buta yang bersaksi bahwa Yesus adalah Tuhan, umat Katolik tidak boleh takut pada orang yahudi yang mengucilkan setiap orang karena mengakui dan percaya bahwa Yesus adalah Mesias (Yoh 9:1-41).