BAJAWA (eNBe Indonesia) – Seminari Santo Yohanes Berkhmans Mataloko, Ngada, Flores tetap melaksanakan pembelajaran di sekolah meski seluruh sekolah di Flores dan NTT diliburkan untuk mencegah penyebaran virus korona.

Seminari Mataloko memilih karantina siswanya di asrama tapi tetap belajar di kelas, dibimbing oleh Romo dan Pastor, bukan guru kelas (guru awam). Seminari Mataloko tidak menerima orang yang datang dan melarang penghuninya keluar kecuali untuk urusan sangat penting. Jika ada siswa yang melanggar, maka siswa tersebut akan dikeluarkan dari Seminari (dicedok). Gerbang-gerbang Seminari dikunci. (flores pos)