DEPOK (eNBe Indonesia) – Pulau Rote di NTT, pulau terselatan Indonesia, sudah sangat populer bagi peselancar dunia. Pariwisatanya pun berkembang pesat, terutama keindahan alam dan pantai. Publik Indonesia mengenal dekat Pulau Rote, pulau lontar yang menghasilkan alat musik etnis ternama Sasando.

Keindahan alam pulau Rote, keunikan musik etnis Sasando, budaya dan kehidupan sosial masyarakat pulau Rote diekspos secara baik melalui lagu, termasuk oleh Marsekal Pertama TNI Drs. Epi Embu Agapitus, M.Si (Han) asal NTT ini.

Sebagai produser musik digital dalam 5 tahun terakhir ini, Epi Embu konsisten berkampanye untuk tetap memelihara alam dan keindahannya, sekaligus memperkenalkan potensi pariwisata nasional hingga daerah melalui lagu, meski semakin sibuk dengan tugas dan tanggung jawab baru untuk pengabdian karir militernya.

Epi Embu telah memproduksi lebih dari 40 lagu, dan lagu Mana Lolo Banda (si penggembala sapi) asal pulau Rote sukses menjadi lagu paling trending karena telah ditonton 719.239 kali sejak tayang di channel youtube Embu Agapitus pada 31 Mei 2016.

Epi Embu jelas memilih penyanyi yang tepat untuk lagu Mana Lolo Banda, dinyanyikan begitu indah dan membuat gemas oleh dokter cantik dan smart, dokter Grace Eka Putri Rambu Hoy Anggung Praing, S.Ked, angkatan 102 Fakultas Kedokteran UKRIDA Jakarta. Grace Praing saat ini bekerja di Rumah Sakit dr. R. Harjanto Balikpapan, sejak SMA aktif di paduan suara remaja GKS Payeti Sumba Timur.

Epi Embu saat ini sedang menggarap lagu baru dengan judul Pelangi Nusantara, akan tayang sebelum 1 Juni 2020, Hari Pancasila. Proyek lagu ini akan mendukung kegiatan Pelangi Nusantara TNI AU 2020, digelar di Ende, Flores akhir bulan Mei 2020.

Dalam wawancara dengan RRI Ende belum lama ini, Epi Embu mengatakan Pelangi Nusantara adalah salah satu media komunikasi sosial antara TNI AU dengan masyarakat, wujud konkrit TNI AU semakin mendekatkan diri sekaligus mempererat hubungan dengan rakyat dalam rangka mendukung pertahanan negara. Pada tahun 2019, Pelangi Nusantara digelar di Manado, Sulawesi Utara.

TNI AU, tambah Epi Embu, tertarik untuk membangun fasilitas destinasi pariwisata di Kelimara, jadi pusat paralayang terbesar di NTT. Panorama kota Ende luar biasa dilihat dari Kelimara, pungkas Epi Embu.