Laporan Rovina Aleksandry

KUPANG (eNBe Indonesia) – Satu pasien berstatus orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19, berinisial AIK, meninggal dunia saat hendak melahirkan di rumah sakit Leona Kupang, NTT, pada Rabu (1/4). Jenazah telah dimakamkan, dihadiri hanya beberapa orang dan calon suami, HA.

Penguburan jenazah pada malam hari tidak biasa dilakukan masyarakat NTT. Lazimnya sebelum dikubur, jenazah disemayamkan di rumah duka selama 3-4 hari. AIK baru datang dari Bali, tiba di Kupang Sabtu (28/3) dalam keadaan hamil anak keduanya. Kemungkinan AIK meninggal akibat keracunan kehamilan.

Marius Ardu Jelamu, Karo Humas dan Protokol Setda NTT, mengatakan AIK meninggal bukan karena positif corona. Sampel darahnya masih diuji di laboratorium di Surabaya, Jawa Timur.

Thom Sonbait, juru bicara gugus tugas penanganan covid-19 kabupaten Kupang, mengtakan pemerintak kabupaten Kupang menyiapkan lokasi khusus untuk isolasi semua warga yang datang dari luar kabupaten Kupang. Hingga Kamis (2/4) tercatat ada 39 ODP, sebanyak 5 ODP sudah selesai diobservasi.

Secara nasional, covid-19 telah menyebar di 32 propinsi, kecuali NTT. Pemprov dan Pemkab di NTT tampak sigap sejak dini menanggulangi penyebaran virus corona. Warga NTT umumnya merespon secara serius dengan hanya tinggal di rumah selama dua minggu terakhir ini.

Masalahnya, NTT masih kesulitan memeriksa swab tenggorok untuk membuktikan covid-19, harus dikirim ke Surabaya sementara proses pengiriman terkendala oleh minimnya penerbangan pesawat. Saat ini hanya maskapai Garuda dan Lion Air yang mendapat sertifikasi dari Dirjen Perhub untuk mengirim sampel dari NTT ke Puslitbangkes Jakarta.