by

NTT Rentan Covid-19, seberapa besar wabah di Indonesia?

-Nasional-148 views

Laporan Rovina Aleksandry

KUPANG (eNBe Indonesia) – Wilayah NTT sejauh ini belum melaporkan korban terinfeksi virus corona (covid-19), tetapi tetap rentan akibat longgarnya kebijakan beberapa pemerintahan kabupaten (pemkab) dalam menangani lalu lintas manusia, terutama dari luar wilayah NTT.

Pemkab Ende, Flores, mengutip Pos Kupang, melaporkan 731 orang pelaku perjalanan dalam pemantauan (PPDP), sementara 15 orang dalam pemantauan (ODP), dan satu orang tengah diisolasi di RSUD Ende. Bupati Ende Djafar Achmad telah menghimbau warga Ende di perantauan tidak datang dulu ke Ende, dan gagal menangani 147 penumpang kapal yang turun di Ende belum lama ini.

Bupati Djafar membiarkan 147 pendatang baru ini pergi ke rumah masing-masing tapi dihimbau untuk melakukan karantina mandiri. Pemda Ende saat ini tengah mempersiapkan stadion Marilonga untuk karantina, didukung pihak Polres dan Kodim.

Per 2 April 2020, jumlah ODP di NTT mencapai 650 orang, terbanyak di Kota Kupang (126 orang), menyusul Sikka (65 orang), Manggarai Barat (48 orang, Sumba Barat Daya/SBD (47 orang), dan TTS (46 orang). Sekitar 99 orang telah selesai masa pemantauan. Sementara sampel yang dikirim 31 sampel, 13 sampel sudah ada hasilnya semua negatif dan 18 sampel belum ada hasil.

Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) meminta pemerintah daerah tegas dalam melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan penyebaran virus corona sesuai dengan protokol kesehatan. Pihak kepolisian pun harus memastikan bahwa Maklumat Kapolri tentang upaya pencegahan dan penanganan virus corona dipatuhi oleh seluruh lapisan masyarakat.

Peraturan Menkumham Nomor 11 tahun 2020 diterbitkan dalam rangka mencegah penyebaran virus corona di Indonesia, dengan memberlakukan larangan sementara bagi orang asing atau warga negara asing (WNA) untuk masuk maupun transit di wilayah Indonesia mulai 2 April 2020. Peraturan ini tidak berlaku bagi orang asing pemegang izin tinggal terbatas dan izin tinggal tetap, orang asing pemegang visa diplomatik dan visa dinas, orang asing pemegang izin tinggal diplomatik dan izin tinggal dinas, tenaga bantuan dan dukungan medis pangan, awak alat angkut, serta orang asing yang akan bekerja pada proyek-proyek strategis nasional.

Sampai pagi ini, sekitar 1,27 juta orang di seluruh dunia telah terinfeksi Covid-19, dimana 69.418 telah meninggal. Lockdown yang diperpanjang di setiap negara akan timbulkan masalah ekonomi di negara berkembang dan miskin. Di Indonesia, lockdown sebagian (tinggal di rumah, kerja dari rumah) sudah berjalan 3 minggu. Total terinfeksi sejauh ini mencapai 2.273 orang dan 198 meninggal (8.7% tingkat kematian), termasuk yang tertinggi di dunia.

Seberapa besar skala wabah di Indonesia, tidak ada yang bisa memberi penjelasan secara meyakinkan. Faktanya, pengujian terkait dengan jumlah kasus yang dikonfirmasi masih terbatas. Indonesia, bagaimanapun, masih harus memperkuat sistem kesehatan karena rumah sakit saat yang sama kewalahan dengan wabah demam berdarah, yang sudah menewaskan lebih dari 200 orang di tiga bulan pertama 2020, lebih tinggi dari jumlah kematian akibat covid-19.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati baru-baru telah menyuntikkan tambahan Rp3 triliun untuk BPJS Kesehatan, tapi ini jelas terlalu kecil untuk memastikan partisipasi yang lebih besar dari rumah sakit swasta dalam penanganan Covid-19 pasien.

Comment

News Feed