by

Covid-19: Kegiatan bisnis mulai dibuka

Laporan Rovina Alexandry

KUPANG (eNBe Indonesia) – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 provinsi NTT mengatakan pada hari pertama tim laboratorium melakukan pemeriksaan terhadap 47 spesimen dari wilayah daratan Timor. Hampir semua wilayah di NTT memperketat pengawasan di titik-titik antar kabupaten.

Beberapa kabupaten telah menerima bantuan program keselamatan dari pemerintah pusat, disalurkan oleh Polres dan BRI. Sementara beberapa wilayah kesulitan menentukan warga yang layak menerima bantuan berdasarkan kriteria yang ditetapkan pemerintah. Bantuan uang tunai yang disalurkan sebesar Rp600 ribu per KK.

Hingga hari ini (pkl 12.00 WIB), Indonesia mencatat 991 kematian terkait Covid 19 (bertambah 18), pasien sembuh 2.881 orang (bertambah 183), dan terinfeksi bertambah 233 menjadi 14.265 orang. Sebanyak 373 kabupaten/kota telah terdampak di 34 provinsi. Upaya pemerintah hingga saat ini telah berhasil memeriksa 161.351 spesimen dari 116.358 orang.

Dalam 36 hari terakhir, rata-rata kematian harian untuk Indonesia adalah 22, jauh di bawah India (53) dan Brasil (268), dan jelas tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Amerika Serikat (1.939) atau Inggris (770). Tingkat kematian sekitar 7%, tetapi telah menurun secara mantap dari hampir 10% beberapa minggu lalu.

Lebih penting lagi, tingkat pemulihan pasien meningkat dua kali lipat menjadi 19,1% pada hari. Kapasitas pengujian juga meningkat secara signifikan dengan hampir 100.000 dengan kasus terkonfirmasi 12,55%, menurun dari lebih dari 15% minggu lalu. Seiring dengan meningkatnya kapasitas pengujian, jumlah kasus tambahan mungkin tumbuh lebih lanjut dalam beberapa minggu mendatang, tetapi tingkat kematian mungkin menurun lebih jauh.

Kami memahami bahwa beberapa pihak meminta pemerintah untuk tidak terburu-buru membuka kembali ekonomi, menunggu negara meratakan kurva. Yah, sebagian besar negara di Timur Tengah dan Asia Selatan telah membuka kembali perekonomian mereka bahkan ketika kurva mereka terus tumbuh. Ini adalah Kasus-kasus untuk India, Arab Saudi, Iran, Pakistan, dan Bangladesh. Negara-negara di Eropa seperti Italia dan Spanyol juga telah membuka kembali ekonomi mereka bahkan mereka terus melaporkan lebih dari 200 kematian per hari masing-masing dalam dua minggu terakhir.

Kami percaya ekonomi tidak akan dibuka kembali dalam waktu dua minggu. Namun, kami berbagi gagasan tentang pembukaan kembali kegiatan bisnis pada minggu pertama Juni dengan protokol kesehatan yang ketat.

Berdasarkan pengamatan kami, sebagian besar gerai makanan & minuman di kota-kota telah menerapkan langkah-langkah jarak fisik. Pekerja juga telah dilengkapi dengan masker wajah dan PPE lainnya dalam melayani pelanggan.

Industri padat karya seperti garmen, alas kaki, elektronik, rokok, makanan & minuman, ritel modern, tentu saja, membutuhkan dukungan pemerintah dalam melakukan pengujian besar-besaran untuk pekerjanya. Beberapa asosiasi bisnis telah menyatakan kesediaan untuk berbagi biaya dengan pemerintah dalam pengujian tersebut.

Comment

News Feed