Oleh: Maria Raymunda Modho*)

Pandemi covid 19 adalah tragedi dalam catatan sejarah abad ini. Betapa tidak ribuan bahkan jutaan korban meninggal dunia karena terpapar virus ini. Selain itu, covid 19 juga mengganggu sistem kerja hampir di semua bidang kehidupan manusia. Mulai dari bidang sosial, politik, ekonomi, pendidikan dan terutama kesehatan baik kesehatan fisik maupun kesehatan mental dan psikologis. Gangguan kesehatan menstruasi adalah salah satu aspek dari kesehatan fisik yang juga tidak luput dari dampak pandemi tersebut.

Namun, sebelum menjelaskan hubungan antara pandemi covid 19 dan gangguan menstruasi pada wanita, penulis ingin menandaskan terlebih dahulu bahwa pembicaraan tentang menstruasi bukan merupakan hal tabu. Hal ini penting karena selalu ada opini yang menganggap pembicaraan tentang mensturasi sebagai suatu hal yang tabu. Tentu anggapan tersebut adalah kekeliruan besar.

Ada dua argumen dasar yang menunjukan bahwa pembicaraan tentang menstruasi bukan merupakan hal tabu. Pertama, menstruasi adalah kodrat seorang wanita. Karena itu, menstruasi merupakan anugerah Allah. Sebagai anugerah Allah menstruasi bukan merupakan hal tabu yang harus ditutupi justru menstruasi menandakan keunikan seorang wanita. Kedua, menstruasi adalah pengetahuan yang wajib diketahui dan dipelajari baik oleh kaum pria maupun terutama oleh kaum wanita.

Bagi kaum pria pengetahuan tentang menstruasi penting untuk mampu memahami sisi psikologis dari seorang wanita saat sedang mengalami menstruasi. Sementara itu, bagi seorang wanita pemahaman tentang menstruasi sangat penting untuk mampu mendeteksi dan mengatasi secara dini gangguan-gangguan menstruasi yang terjadi.

Setelah memahami bahwa menstruasi bukan tabu, penulis ingin menegaskan kembali bahwa situasi serba darurat akibat covid 19 dapat menyebabkan gangguan psikologis pada seorang wanita. Hal ini terutama karena peningkatan stres sebagai efek psikologis dari covid-19 lantaran isolasi sosial, kesepian, berhenti sementara dari pekerjaan sangat memengaruhi periode menstruasi.

Dalam mengetahui dan mendeteksi serta mengatasi gangguan-gangguan haid pada seorang wanita penulis menawarkan satu solusi, yakni Kalender Haid. Kalender Haid membantu seorang wanita untuk mendeteksi gangguan-gangguan haid secara dini,yang bisa dilakukan di rumah bersama keluarga. Namun, pada titik ini muncul satu kendala, yakni bahwa tidak semua wanita mengetahui gangguan-gangguan haid yang terjadi pada mereka.

Karena itu, dalam tulisan ini penulis akan memberikan penjelasan lebih mendetail tentang menstruasi dan cara melakukan manajemen kebersihan menstruasi dengan baik. Penulis juga akan mengetengahkan peran Kalender Haid untuk mendeteksi gangguan haid secara dini dan solusi untuk mengatasi gangguan haid serta dapat mengurangi stigma tentang menstruasi tabu.

Apa itu Menstruasi?

Ciri khas kedewasaan seorang wanita tampak pada perubahan-perubahan siklik pada alat kandungannya sebagai persiapan untuk kehamilan. Hal ini ditandai dengan menarche, yakni menstruasi pertama kali pada wanita yang terjadi rata-rata pada umur 11-15 tahun. Menstruasi adalah perdarahan secara periodik dan siklik dari uterus (rahim) disertai pelepasan endometrium (dinding rahim) yang banyak mengandung pembuluh darah (Sarwono Prawiro Hardjo: 2009).

Proses terjadinya menstruasi ini melibatkan jalur hormonal dalam tubuh yang disebut poros hipotalamus- hipofisis-adrenal ( HPA ) dan alat-alat genital. Hal ini mengharuskan sistem kerja yang baik dan harmonis antara otak, kelenjar adrenal dan alat-alat genital untuk menciptakan menstruasi yang normal dan sehat.

Karena itu, dalam menciptakan dan menjaga kesehatan menstruasi seorang wanita mesti memiliki psikis yang baik, mengonsumsi makanan yang mengandung gizi seimbang, istrirahat yang cukup (6-8 jam sehari) , olahraga teratur, minum tablet tambah darah saat mengalami menstruasi dan bagi remaja putri dianjurkan minum tablet tambah darah setiap minggu satu tablet saat tidak mengalami menstruasi. Dalam kaitan dengan ini muncul pertanyaan, bagaimana mengetahui bahwa suatu peristiwa menstruasi masuk dalam kategori normal dan sehat?

Ada beberapa hal yang menunjukan bahwa suatu menstruasi itu normal dan sehat. Pertama, perihal durasi hari menstruasi. Durasi hari menstruasi yang normal adalah 2-7 hari setiap bulan. Kedua, siklus haid. Durasi siklus haid yang normal atau siklus haid klasik adalah 28 hari ditambah atau dikurangi 2-3 hari. Selain itu, ada pula siklus haid yang tidak teratur yang berkisar 21-35 hari. Ketiga, banyaknya darah menstruasi. Banyak darah menstruasi yang normal adalah 30cc – 50cc . Keempat, warna darah menstruasi. Warna darah menstruasi yang normal adalah merah segar.

Keempat hal tersebut mesti diketahui oleh semua kalangan wanita sehingga mereka mampu mengenali gangguan-gangguan haid yang terjadi pada mereka. Selain itu, pada sebagian wanita periode menstruasi sering disertai pula dengan perubahan suasana hati, kram perut, dan rasa tidak nyaman. Tentu hal tersebut adalah sesuatu yang wajar karena pada saat menstruasi selalu terjadi peningkatan hormon estrogen sampai periode menstruasi berakhir di bulan itu.

Situasi seperti ini butuh pemahaman dari orang-orang terdekat baik itu wanita maupun pria untuk membantu meminimalisir ketidaknyamanan wanita terkait saat menstruasi dan menghindari pertengkaran akibat kesalahpahaman.

Covid–19 dan Gangguan Menstruasi

Pandemi Covid 19 membawa dampak ganda bagi kehidupan umat manusia. Tentu tak dapat dipelak bahwa dampak negatif covid 19 lebih mendominasi, menakutkan dan meresahkan. Namun, jika ditilik secara positif, pandemi covid 19 memberikan kesempatan bagi kita untuk berkumpul dan berdoa bersama keluarga di rumah, kesempatan untuk belajar dari rumah dan kesempatan untuk bekerja sama dalam menyelesaikan semua pekerjaan di rumah.

Sayangnya, diam di rumah dalam jangka waktu yang terlalu lama dapat mengakibatkan stres. Bagi kaum wanita stres sangat memengaruhi perubahan pada siklus menstruasi. Dalam hal ini stres dapat mengaktifkan jalur hormonal dalam tubuh yang disebut poros hipotalamus-hipofisis-adrenal (HPA).

Ketiga komponen tersebut membantu untuk mengendalikan respon stress dalam tubuh. Namun, pelepasan kortisol (hormon sters) yang berlebihan akan menekan kadar hormon reproduksi yang normal. Hal ini menyebabkan ovulasi menjadi tidak normal sehingga mengganggu siklus menstruasi. Secara lebih spesifik ada beberapa gangguan menstruasi yang bisa terjadi karena stress, yakni mulai dari amenorhoe (tidak haid), perubahan pada siklus menstruasi, dismenorhoe ( nyeri perut bagian bawah saat haid ) hingga perubahan pada gejala sebelum haid.

Dalam kenyataan gangguan-gangguan menstruasi kadang tidak diketahui bahkan disepelekan oleh kaum wanita. Para wanita mesti memperhatikan hal ini secara serius karena sering kali gangguan haid tidak menunjukan gejala saat terjadi selama satu sampai tiga bulan berturut turut, tetapi apabila dibiarkan lebih dari tiga bulan maka akan berakibat fatal bagi seorang wanita.

Dalam hal ini gangguan menstruasi tersebut dapat menyebabkan anemia jika terjadi menstruasi yang berlebihan. Tidak haid bisa saja menandakan gangguan di organ-organ reproduksi atau bisa saja hamil, memang tidak menstruasi tidak menjawabi sebuah kehamilan mungkin saja ada faktor lain sepetri stress.

Untuk meminimalisir gangguan-gangguan menstruasi tersebut perlu diketahui juga tentang isu manajemen kebersihan menstruasi ( MKM ) sebagai upaya untuk menciptakan kondisi dimana para wanita reproduksi memiliki pengetahuan yang benar tentang pola hidup bersih dan sehat ketika menstruasi. Hal-hal yang mesti dilakukan antara lain:

• Tetap mandi dua kali sehari dan membersihkan area kewanitaan setiap kali buang air kecil maupun buang air besar
• Ganti pembalut setiap tiga jam setiap hari dan pilihlah pembalut yang alami.
• Menjaga kebersihan pakaian terutama pakaian dalam ,mencuci dengan bersih dan menjemur terkena sinar matahari.
• Lingkungan rumah dan toilet serta air yang bersih sangat perlu untuk menjaga kebersihan saat menstruasi.

Melingkar Kalender Haid: Solusi Mendeteksi Periode dan Gangguan Menstruasi

Berbicara tentang periode dan gangguan menstruasi tidak terlepas dari Kalender Haid. Mengapa? Karena dengan melingkar tanggal hari pertama menstruasi setiap bulan seorang wanita akan menuai banyak manfaat. Sebelum itu, penulis ingin menerangkan Kalender Haid dalam konsep penulis. Kalender Haid ini sedikit berbeda dengan kalender umum yang biasa. Kalender ini mesti didesain secara khusus dan dibuat semenarik mungkin.

Di antara kolom bulan berisi kata motivasi tentang pentingnya melingkar Kalender Haid serta durasi hari haid dan siklus haid yang normal. Kalender ini mesti menggunakan kata haid sebagai judul dan ditempel di dinding kamar tidur yang mudah dilihat oleh semua anggota keluarga agar tidak lupa. Tujuannya agar dapat dijadikan alarm pada saat wanita mengalami menstruasi.

Kalender ini dapat di monitoring oleh semua anggota keluarga bahkan petugas kesehatan ataupun kader pada saat kunjungan rumah untuk melihat apakah kalendernya sudah dilingkar atau belum sampai akhir bulan. Dengan melingkar tanggal hari pertama menstruasi secara teratur setiap bulan pada Kalender Haid maka penulis yakin pengetahuan tentang menstruasi bisa ditularkan dari seorang ibu ke semua anggota keluarga mulai dari rumah.

Adapun manfaat jika seorang wanita melingkar Kalender Haid ini secara rutin: Pertama, mengetahui lamanya hari haid. Jika hari haid kurang dari 2 hari atau lebih dari 7 hari maka segera melakukan konsultasi ke tenaga kesehatan. Kedua, bisa mengetahui siklus menstruasi (sekurang kurangnya melingkar tanggal hari pertama haid setiap bulan selama 6 bulan).

Dengan mengetahui siklus menstruasi seorang wanita akan bisa menentukan kapan masa suburnya dan bisa menentukan jenis kelamin anak saat memasuki jenjang pernikahan kelak, serta bisa menjarangkan kehamilan secara alamiah.

Ketiga, bisa mengetahui hari pertama haid terakhir (HPHT) bagi seorang wanita yang sudah hamil agar dapat menentukan usia kehamilan dan tafsiran persalinan (TP) serta dapat mendeteksi secara dini gangguan-gangguan menstruasi. Keempat, bisa meningkatkan K1 Murni (Kunjungan ibu hamil ke fasilitas kesehatan di bawah usia kehamilan 3 bulan). Kelima, manfaat terakhir yang juga penting adalah untuk menghilangkan anggapan yang melihat menstruasi sebagai hal tabu.

Manfaat ini penulis masukan karena bertolak dari pengalaman penulis sebagai bidan di desa Maukeli, Flores. Semula tidak sedikit orang desa baik anak-anak maupun orang dewasa yang menganggap pembicaraan tentang menstruasi sebagai hal tabu. Namun, setelah penulis dan beberapa bidan lain di pustu Maukeli secara rutin membagikan Kalender Haid ke setiap rumah serta mewajibkan para wanita untuk menempelkan Kalender Haid di tempat yang dapat dilihat oleh suami dan orang tua. Kini semua orang mulai terbiasa dengan kata menstruasi atau haid.

Dengan demikian, pemahaman yang baik dan benar tentang menstruasi sangat penting bagi para wanita. Dalam situasi darurat yang mengharuskan setiap orang untuk tetap melakukan aktivitas di rumah saja, gangguan menstruasi pun dapat dideteksi secara mandiri. Hal ini mungkin jika seorang wanita rutin melingkar Kalender Haid.

Selain sebagai alarm bagi para wanita, Kalender Haid juga dapat menjadi sarana pendidikan bagi anak sejak usia dini. Karena itu, diakhir tulisan sederhana ini penulis ingin menyampaiakan harapan bagi semua keluarga di seluruh Indonesia untuk bersama-sama budayakan melingkar tanggal hari pertama sampai hari terakhir menstruasi setiap bulan, bukan hanya seorang wanita (ibu) tapi para pria (suami) pun wajib membantu para istri untuk memonitoring dan melingkar tanggal menstruasi istrinya setiap terjadi menstruasi pada Kalender Haid.

Harapan kedua bagi Pemerintah Indonesia agar mungkin bisa mengadakan Kalender Haid dengan satu desain yang sama buat semua wanita usia subur di Indonesia. Selain itu, Kalender Haid juga bisa dijadikan salah satu materi dalam kurikulum pendidikan terutama sejak pertama kali seorang anak memasuki usia subur (sejak sekolah dasar) sehingga anak sudah memiliki pemahaman yang baik tentang menstruasi sejak dini dan menstruasi tidak dianggap sebagai tabu. Semoga wanita Indonesia tetap menjaga kesehatan reproduksi dan juga kebersihan menstruasi karena wanita sehat adalah aset bangsa.

*) Penulis adalah bidan di NTT