Laporan Rofin Selawolo & Rovina Alexandry

KUPANG (eNBe Indonesia) – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Dr. Dominikus Minggu Mere mengatakan per hari ini jumlah terkonfirmasi pasien positif covid-19 bertambah 5 orang menjadi 18 , 2 orang dari Rumah Sakit Umum (RSU) Ba’a, Kabupaten Rote-Ndao, 1 dari Nagekeo, 1 dari TTS, dan 1 dari Kota Kupang. Pasien dari TTS berasal dari kluster Suka Bumi.

Yang jadi perhatian adalah sesuatu yang dikuatirkan telah terjadi yakni terjadinya transmisi lokal dari pasien terkonfirmasi positif covid-19 yang pernah menjalani perawatan di Kota Kupang. Pemerintah provinsi juga mengantisipasi kedatangan 4200 tenaga kerja migran dari sejumlah Negara pada bulan mei hingga Juni 2020 nanti.

Sementara itu pemerintah desa di NTT mengalokasikan anggaran bantuan langsung tunai (BLT) yang bersumber dari dana desa, disalurkan kepada warga terdampak covid, sebesar Rp600 ribu per KK. Pemerintah NTT juga mulai mendistribusi alat rapid test (529 unit) dan viral transport media (VTM) 720 unit ke wilayah kepulauan, Sumba, Flores, dan Lembata. Di Nagekeo, dilaporkan ruangan farmasi milik RSD Aeramo ludes terbakar pada Sabtu (9/5), menghanguskan obat-obatan, APD medis, dan 100 unit alat rapid test.

Secara nasional per hari ini (pkl 12.00 WIB), jumlah pasien sembuh bertambah 182 orang menjadi 3.063 dan jumlah pasien meninggal bertambah 16 mejadi 1.007. Jumlah terinfeksi bertambah 484 menjadi 14.749. Secara global, jumlah pasien meninggal di Amerika mencapai 76.915, disusul Inggris 31.855, Italia 30.560, Spanyol 26.621, Perancis 26.338, dan Brasil 10.627.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama dengan jajaran terkait melakukan evaluasi mengenai pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan penerapan physical distancing (jaga jarak) beserta protokol kesehatan di sejumlah daerah.

Dalam rapat terbatas melalui telekonferensi dari Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 12 Mei 2020, tersebut, Kepala Negara menginginkan adanya evaluasi dan keterhubungan data secara menyeluruh terkait dengan efektivitas pelaksanaan PSBB yang dilaksanakan di 4 provinsi serta 72 kabupaten dan kota.

Data-data yang ada juga mengungkap bahwa dari 10 provinsi dengan kasus positif terbanyak, hanya terdapat 3 provinsi yang melaksanakan PSBB, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Sumatera Barat. Sedangkan sisanya tidak menerapkan PSBB.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo juga meminta Gugus Tugas Penanganan Covid-19 untuk benar-benar memastikan upaya pengendalian Covid-19 di lima provinsi (selain DKI Jakarta) di Pulau Jawa berjalan dengan efektif. Sebab, sebanyak 70% kasus positif Covid-19 dan 82% angka kematian tertinggi terdapat di Pulau Jawa.