ENDE (eNBe Indonesia) – Sejumlah pengusaha kecil di wilayah utara kabupaten Ende mengeluhkan biaya perlintasan yang dikenakan mahal dan rumitnya mendapatkan surat ijin melintas. Keluhan ini disampaikan sejumlah pedagang kecil yang membuka usaha kios di kampung-kampung di wilayah utara kabupaten Ende.

Radu Wara

“Sekarang kami tidak tahu makan apa ke depan, kami yang hidup dari jualan sembako kini usaha kami tidak jalan, karena biaya untuk melintas ke Maumere sangat mahal, sekali jalan kami harus keluarkan uang untuk biaya kesehatan dari Mahardika sekitar Rp400 ribu dan DLLAJR sebesar Rp250 ribu, untung berapa sekali kami belanja, belum biaya transportasi dan bensin,” ujar Radu Wara, pedagang di Kampung Boto, desa Rangalaka, kecamatan Kota Baru Ende.

Keluhan para pedagang kecil terkait surat keterangan sehat, wajib didapat dari Apotik Mahardika dengan rapid test. Sementara untuk menjangkau apotik Mahardika, pedagang harus ke kota Ende dengan jarak tempuh sekitar 149 kilometer, atau ke Maumere yang jaraknya lebih dekat namun harus mengantongi surat keterangan sehat dari apotik Mahardika.

Sudah seminggu para pedagang ini mengecek di perbatasan untuk melintas, namun belum diijinkan melintas oleh tim gugus tugas kecamatan Kota Baru. Tim gugus tugas masih berpatokan pada instruksi bupati Ende untuk memperketat perbatasan.

Sehingga penjagaan perbatasan, dijaga ketat dengan melibatkan berbagai pihak seperti aparat kepolisian dan TNI. (TE)