DEPOK (eNBe Indonesia) – Sejak diluncurkan pada 17 Mei 2020 lalu, KawalBansos.ID langsung dibuka dan sudah menerima banyak pengaduan dari warga. Sebagai bentuk pelaporan dan pengawasan publik, secara berkala PARA Syndicate melaporkan status data laporan yang sudah diterima dan diteruskan kepada otoritas pemerintah yang berwenang. Berangkat dari kepedulian yang sama, masyarakat diajak bersama-sama mengawasi penyaluran bantuan sosial Covid-19.

Ari Nurcahyo

“Melalui pengawasan mandiri ini diharapkan rantai komunitas di masyarakat bergerak mengawasi penyaluran bantuan sosial Covid-19 di lingkungan terdekat,” kata inisiator KawalBansos.ID Ari Nurcahyo, yang juga Direktur Eksekutif PARA Syndicate, pada gelaran Press Conference virtual pertama melalui Zoom conference pada hari Jumat (22/5) untuk melaporkan perkembangan status data laporan yang sudah masuk. “Kami sudah mulai menggerakkan potensi-potensi di akar rumput, di daerah-daerah, untuk menjadi pelapor dan pemantau”.

Untuk memastikan manfaat layanan pengaduan ini, KawalBansos.ID dipastikan terhubung dengan platform lain milik pemerintah yakni lapor.go.id yang dikelola oleh Kantor Staf Presiden (KSP), KemenPAN-RB, dan Ombudsman RI. Dalam minggu pertama beroperasinya KawalBansos.ID ini memang sebagian pekerjaan terkait meneruskan data laporan masih dilakukan secara manual karena alasan urgensi supaya layanan ini bisa langsung berjalan, sementara pengembangan sistem bisa terus dilakukan. “Kami memiliki komitmen pada tiga hal. Yang pertama adalah satu integrasi data, lalu satu pintu management data, dan satu metode bantuan sosial,” lanjut Ari. Semoga hal ini bisa menjadi perhatian pemerintah.

Koordinator KawalBansos.ID, Irwan Runtuwene, mengamini penjelasan Ari Nurcahyo bahwa secara sistem, KawalBansos.ID masih terus dalam pengembangan, namun demikian fungsi untuk layanan laporan pengaduan sudah dibuka sejak peluncuran pada minggu lalu. “Terima kasih pada rekan-rekan media dan juga jaringan, karena dalam beberapa hari ini saja sebaran pelapaporannya sudah cukup luas, yakni dari 80 kota/kabupaten di 20 provinsi,” jelas Irwan.

“Sejauh ini, jumlah laporan yang diterima ada 259 pengaduan, dan dari jumlah itu sebanyak 115 pengaduan sudah diteruskan ke lapor.go.id (sesuai data terlampir),” ujar Irwan. Melihat dinamika data laporan dan cukup luasnya cakupan sebaran pelaporan pada minggu pertama ini, Irwan optimis banyak pihak akan turut terpanggil untuk bergerak bersama mengawal penyaluran bansos Covid-19 ini sehingga tepat sasaran dan mereka yang berhak dan membutuhkan benar-benar bisa mendapatkannya.

KawalBansos.ID juga menerima banyak pertanyaan beragam dari warga yang berkaitan dengan skema bansos dari pemerintah itu apa saja jenisnya, siapa saja warga yang berhak menerima, serta kapan dan berapa kali itu bansos itu disalurkan kepada warga. Diperlukan upaya bersama pemerintah dan masyarakat untuk sosialisasi dan edukasi ke publik.