Laporan Rovina Aleksandry

KUPANG (eNBe Indonesia) – Pemerintah provinsi NTT terus berupaya untuk menangani dan mencegah merebaknya pandemi covid-19 yang saat ini mengancam masyarakat. Salah satu yang dilakukan adalah terus menggalang dukungan atau donasi dari masyarakat. Semua bantuan berupa uang dan barang dicatat dan akan dipertanggungjawabkan secara publik maupun hukum.

Aba Maulaka, Kadis infokom provinsi NTT, mengatakan saat ini tercatat 44 donatur yang sudah menyumbangkan alat pelindung diri (APD) dan lainnya lewat gugus tugas covid-19 pemprov NTT. Bantuan itu sudah disalurkan kepada semua pihak yang membutuhkannya. Per 26 Mei 2020 (Selasa), kasus positif covid-19 di NTT bertambah menjadi 85, dimana 7 telah sembuh dan satu meninggal dunia.

Indonesia mencatat 1.418 kematian terkait dengan Covid-19 pada hari Selasa (26 Mei), tertinggi di ASEAN. Tingkat kematian, sementara itu, turun menjadi 6,2%, bergerak lebih dekat ke rata-rata dunia karena jumlah kasus yang dikonfirmasi dari pengujian yang lebih agresif tumbuh lebih cepat daripada tingkat kematian. Negara ini lolos dari skenario terburuk yang dilukis oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) pada akhir Maret.

FKM UI memperkirakan antara 11.000 dan 240.000 kematian terkait dengan Covid-19 di Indonesia pada hari ke-95, jatuh dua minggu lalu. Reputasi FKM UI dipertaruhkan, dipekerjakan sebagai penasihat oleh gubernur Jakarta Anies Baswedan, kemudian baru-baru ini mengeluarkan ‘model menakutkan’ terkait dengan tahunan eksodus untuk liburan Lebaran.

Jutaan orang telah meninggalkan kota-kota besar, termasuk Jakarta, beberapa minggu sebelum Idul Fitri (24 Mei). Kematian harian rata-rata untuk Indonesia dalam 56 hari terakhir adalah 23, jauh di bawah India dan Rusia atau Meksiko, yang ekonomi jauh lebih besar dari Indonesia. India telah mengaktifkan kembali kereta antar kota dan pada hari Senin (25 Mei) melanjutkan penerbangan domestik, sementara Indonesia mempertahankan batasannya. Ekonomi negara lain secara bertahap mengakhiri ‘work from home’ dan memulai kembali kegiatan manufaktur dan konstruksi, sementara Indonesia masih melakukannya (work from home) selama dua minggu lagi hingga minggu kedua Juni.

Indonesia, bagaimanapun, tidak mampu membayar biaya perpanjangan lebih lanjut dari pembatasan sosial yang lebih luas (PSBB) karena lonjakan PHK. Pemerintah telah menyiapkan ‘pedoman normal baru’, yang membuka jalan bagi dimulainya kembali kegiatan ekonomi di kota-kota di minggu kedua Juni. Sekali lagi kegiatan ekonomi di luar Jawa harus dikembalikan normal karena infeksi yang dikonfirmasi dan meninggal relatif rendah.

Gubernur Kalimantan Barat menyatakan bahwa kegiatan ekonomi akan kembali ke ‘normal’ dalam dua minggu karena jumlah kematian mencapai empat orang saja. Bali, yang hanya mencatat empat korban, harus juga membuka kembali ekonominya segera.

Sementara Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa juga mengungkapkan bahwa 124 kabupaten/kota di Indonesia akan segera mengurangi pembatasannya. Menurut Kepala Satuan Tugas Mitigasi COVID-19 Pemerintah Letnan Jenderal Doni Monardo, di antara 124 kabupaten/kota tersebut adalah NTT (15). Doni mengatakan, Pemerintah masih memantau situasi sebelum memutuskan kapan ekonomi akan dibuka kembali.