Laporan Rofin Selawolo & Rovina Aleksandry

DEPOK (eNBe Indonesia) – Jumlah kasus positif terinfeksi virus corona (covid-19) di NTT terus bertambah, maka dukungan semua pihak, termasuk menyumbang alat perlengkapan medis (APD), tetap relevan, apalagi kebijakan pelarangan lalu lintas manusia dan kendaraan di batas-batas wilayah kabupaten sudah dibuka kembali.

Alumni Seminari Mataloko (Alsemat) Indonesia, turut mengambil bagian mendukung pelayanan para medis, agar para medis bisa menangani pasien corona dengan perlengkapan yang memadai. “Alsemat telah mengirim 30 paket APD untuk Nagekeo, diterima oleh Camat Aesesa, Oscar Sina dan dokter Dewi. Sementara bantuan 48 paket APD untuk Sikka sedang dalam perjalanan,” ujar Emmanuel Billy, Ketua Alsemat Indonesia, kepada Redaksi eNBe Indonesia kemarin (31/5).

Alsemat tersebar hampir di seluruh kabupaten di NTT, terutama Flores, maka distribusi bantuan ditangani langsung oleh Alsemat yang ada di setiap wilayah yang menjadi target bantuan. Di Sikka, bantuan Alsemat didistribusi oleh Romo Josal.

Di Nagekeo, tiga orang pasien positif covid-19 menjalani karantina di ruang isolasi RSD Aeramo. Di Sikka, 27 kasus positif corona, terbanyak di NTT. Sementara Manggarai Barat 14 kasus, Ende 9 kasus. Sumba Timur 8 kasus, Timor Tengah Selatan 4 kasus, Flores Timur dan Rote Ndao masing-masing 2 kasus, dan Manggarai 1 kasus. Untuk NTT, total kasus positif covid-19 mencapai 97.

Sementara itu, 6 kabupaten di NTT sejauh ini belum menyalurkan BLT dana desa, yaitu Ngada, Ende, Malaka, TTS, Kabupaten Kupang, dan Sumba Barat. Total dana desa NTT 2020 sebesar Rp3,06 triliun, untuk 3.026 desa. Berikut BLT dana desa;

Penyaluran tahap pertama sebesar Rp940,4 miliar, tahap kedua Rp74,6 miliar, untuk 475 desa.

Secara nasional, jumlah kasus positif corona bertambah 700 menjadi 26.473 pada Minggu (31/5) dan pasien sembuh bertambah 293 menjadi 7.308. Sementara pasien meninggal bertambah 40 menjadi 1.613. Tingkat kematian Indonesia 6,1% termasuk yang tertinggi di kawasan ini.

Tingkat pemulihan masih jauh di bawah Thailand dan Malaysia, masing-masing di atas 70%, tetapi membaik secara signifikan dari di bawah 10% beberapa minggu yang lalu. Kapasitas pengujian juga telah meningkat secara signifikan, sementara lebih banyak provinsi melaporkan nol kasus dalam beberapa hari terakhir. Ada juga provinsi yang mengungguli, khususnya Bali dan Yogyakarta dalam penanganan wabah ini. Bali dan Yogyakarta adalah dua tempat wisata favorit di negri ini. Kedua provinsi ini tidak akan memasuki normal baru dalam waktu dekat.

Bagaimana dengan ekonomi?

Nah, kegiatan ekonomi di beberapa daerah akan meningkat mulai minggu depan, terutama di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara. Sektor perkebunan dan pertambangan akan terus beroperasi seperti biasa, sementara harga komoditas membaik dalam beberapa minggu terakhir.

Sektor konstruksi juga akan bersiap-siap, terutama di Jawa. Sektor produktif, terutama manufaktur, di pulau Jawa juga akan diizinkan untuk beroperasi dalam waktu dua minggu. Lebih dari 100 kabupaten yang diklasifikasikan sebagai ‘zona hijau’ kini diizinkan memasuki apa yang disebut ‘normal baru’.