Laporan Ubaldus Geli

NAGEKEO (eNBe Indonesia) – Situasi pandemi covid-19 menuntut pelaku dan penyelenggara pendidikan berpikir inovatif. Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) PELIHARA kabupaten Nagekeo di tahun ajaran baru ini (2020-2021) akan menyelenggarakan pendidikan berbasis online.

Direktur PKBM PELIHARA kabupaten Nagekeo, Oskarianus Meta, mengatakan satuan pendidikan non formal PKBM PELIHARA Nagekeo menyelenggarakan pendidikan non formal (PNF) atau pendidikan kesetaraan paket A (setara SD), paket B (setara SMP) dan paket C (setara SMA).

Oskarianus Meta

“Kita akan menyelenggarakan pendidikan kesetaraan berbasis digital dengan muatan khusus teknologi informasi dan komputer jaringan (TIKJ), tata boga, tata busana, otomotif,” ujar Oskar di ruang kerjanya di jalan Jerapah, desa Aeramo, kecamatan Aesesa hari ini.

Oskar, mantan calon wakil bupati Nagekeo, mengatakan untuk mendukung kelancaran pembelajaran, warga belajar yang mendaftarkan diri di PKBM PELIHARA dan khusus tamatan tahun ajaran 2019/2020, naik SD dan SMP yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang paket B (SMP) dan paket C (SMA) akan dibagikan tablet android sebagai sarana pembelajaran.

Dari sisi pembiayaan, menurut Oskar, pasti sangat murah karena pembayaran satu kali. Siswa/siswi atau warga belajar akan memiliki tablet android sampai tamat sekolah. “Murah pembiayaan tetapi tidak berati murah pula kualitas ilmu yang didapat.”

Oskar menandaskan kualitas ilmu pendidikan yang didapat siswa/siswi selama belajar di PKBM PELIHARA bisa bersaing dengan sekolah-sekolah formal yang ada di Nagekeo bahkan di NTT, karena tenaga pendidik dan tenaga instruktur untuk muatan khusus di PKBM PELIHARA sangat berkompeten sesuai basic pendidikan.

Sementara itu, ketua panitia penerimaan siswa baru PKBM PELIHARA kabupaten Nagekeo, Stefanus Ndala, S.T.,M.Kom mengatakan warga belajar paket A, paket B dan paket C yang tamat tahun 2020 cukup membayar uang pembangunan sebesar Rp1,25 juta (untuk 3 tahun pembelajaran) dan akan mendapatkan tablet android. Sedangkan warga belajar yang putus sekolah atau tidak tamat di tahun 2020 cukup membayar uang pembangunan sebesar Rp1,5 juta.

Kepala devisi Ketenagaan PKBM PELIHARA Kabupaten Nagekeo, Yulius Dando menjelaskan bahwa kualifikasi tenaga pendidik dan instruktur adalah S1 dan S2. Pembelajaran di PKBM PELIHARA menerapkan skema kegiatan belajar mengajar/KBM (3 hari) dan kegiatan praktek (3 hari).

Sarana prasarana pendukung kegiatan pembelajaran milik PKBM PELIHARA Nagekeo diantaranya ruang belajar Lab. komputer, Lab. Tata Boga, Lab. Tata Busana. PKBM PELIHARA tahun 2020/2021 akan dilengkapi dengan jaringan internet atau Wifi gratis untuk mendukung pembelajaran siswa/i baik secara online maupun offline.

“Kami berkomitmen output warga belajar yang menyelesaikan pendidikan di PKBM PELIHARA baik jenjang paket A (SD), paket B (SMP) dan paket C (SMA) mampu berkompetisi baik secara teori maupun skill dengan sekolah-sekolah formal maupun satuan pendidikan lainnya baik di Nagekeo, NTT bahkan secara nasional dan siap bersaing di dunia kerja dan dunia industri,” pungkas Yulius Dando.

PENDAFTARAN:

Tempat : Kantor PKBM PELIHARA
Alamat : Jl. Jerapah jurusan Aeramo-Marapokot
Waktu : Setiap hari kerja (Senin-Sabtu) jam 8.00-14.00

Pendaftaran online melalui link https://bit.ly/POPDPKBMPelihara, atau
Hubungi nomor HP yang tersedia dalam link pendaftaran online.