by

New Normal: NTT 108 kasus covid, skala pandemi lebih besar?

Laporan Rovina Aleksandry

KUPANG (eNBe Indonesia) – Pemerintah provinsi NTT siap mengembalikan anggaran yang telah digeser untuk refocussing dan realokasi anggaran penanganan covid-19 ke pos-pos anggaran semula, menyusul diberlakukannya ‘new normal’ mulai 15 Juni 2020.

Anggaran refocusing dan realokasi APBD provinsi NTT untuk penanganan covid-19 terdiri dari Rp100 miliar untuk penanganan covid-19, Rp105 miliar alokasi jaring pengaman sosial (JPS) dan sebesar Rp605 miliar untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Pemprov NTT baru mencairkan Rp106,5 miliar dari total keseluruhan dana refocusing dan realokasi APBN NTT 2020 sebesar Rp810,3 miliar. Anggaran sudah dicairkan untuk kesehatan sebesar Rp80 miliar, pemberdayaan ekonomi sebesar Rp25 miliar, dan JPS sudah ada pengadaan 200 ton berar oleh dinas sosial senilai Rp1,5 miliar.

Pemerintahan kabupaten TTU mengucurkan dana tahap pertama untuk membasmi virus corona di daerah itu sebesar Rp36,9 miliar, dimana dana untuk kesehatan sebesar Rp26,4 miliar. Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes juga mengatakan pihaknya akan memberi perhatian pada pekerja migran sekitar 1.440 yang akan kembali ke TTU di masa pandemi covid-19.

Sementara pemerintah kabupaten TTS mengalokasikan anggaran Rp13,8 miliar untuk bantuan langsung tunai (BLT) kepada 7000 kepala keluarga (KK) yang terdampak covid-19. Setiap KK penerima manfaat akan menerima BLT Rp600 ribu per bulan (April-Juni), namun dinas sosial TTS belum menyalurkan BLT tersebut.

Secara nasional, kasus terkonfirmasi positif covid-19 per hari Senin (15/6) bertambag 1.017 menjadi total 39.294. Pasien sembuh bertambah 592 menjadi 15.123, dan pasien meninggal bertambah 64 menjadi 2.198. Sementara uji pemeriksaan spesimen sebanyak 8.776 pada Minggu (14/6). Sedangkan untuk jumlah orang yang diperiksa per hari ada 6.257 dan akumulasinya menjadi 329.190. NTT mencatat 108 kasus positif, dimana 40 sembuh dan 1 meninggal.

Dalam 73 hari terakhir, Indonesia melaporkan hanya dua kali dengan 60 kematian atau lebih dalam 24 jam. Yang pertama adalah pada 14 April, sedangkan yang kedua pada 15 Juni. Selama periode itu, Indonesia melaporkan antara 20 dan 40 kematian per hari. Masih ada kriti bahwa tingkat pengujian masih rendah. Skala pandemi di Indonesia mungkin lebih besar daripada negara-negara seperti Brazil dan Meksiko.

Comment

News Feed