Laporan Rovina Aleksandry

KUPANG (eNBe Indonesia) – Pandemi covid-19 ini sangat berdampak terhadap kondisi sosial dan ekonomi di Kota Kupang. Oleh karena itu, sebagai upaya melindungi masyarakat dan menjaga perekonomian, pemerintah Kota Kupang juga melakukan refocusing anggaran belanja APBD TA 2020 untuk penanganan pandemi dan dampak covid-19.

Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore mengatakan pemkot Kupang telah menganggarkan Rp42,2 miliar lebih untuk penanganan covid-19 yang bersumber dari realokasi APBD TA 2020. Pemkot Kupang telah melakukan penyesuaian pendapatan daerah, tahap pertama dikurangi sebesar Rp135,93 miliar (11,37%) menjadi Rp1,06 triliun, dan tahap kedua dikurangi Rp180 miliar (14,63%) menjadi Rp1,05 triliun.

Pemerintahan kabupaten (Pemkab) Belu mengalokasikan anggaran Rp25 miliar untuk jaring pengaman sosial (JPS) dan dampak ekonomi, diberikan kepada masyarakat terdampak covid-19 yang memenuhi persyaratan. Bantuan ini saat ini disalurkan, jatah dua bulan sekaligus Rp1,2 juta per KK. Sisa satu bulan akan disalurkan bulan depan.

Sementara itu, Pemerintah provinsi NTT melalui dinas koperasi ketenagakerjaan dan transmigrasi mencatat sebanyak 379 koperasi terdampak wabah corona (covid-19), sekitar 20% dari total 3.822 koperasi aktif. Beberapa koperasi di antaranya terancam gulung tikar dan kolaps. Saat ini jumlah koperasi di NTT mencapai 4.185 unit, dimana 363 unit tidak aktif.

Daerah terbanyak koperasi terdampak corona adalah kabupaten Nagekeo (69 unit), disusul Sikka (46), Belu (43), Flores Timur (28), Kabupaten Kupang (25). Sedangkan kabupaten dengan koperasi terdampak corona terendah yaitu Malaka (nol) dan Sumba Timur (2 unit).

Juru bicara gugus tugas covid-19 NTT, Jelamu Ardu Marius, mengklaim 80% pasien di wilayahnya sembuh dari infeksi covid-19. Hingga Senin (29/6), kasus positif covid di NTT tercatat 113, dimana 40 telah sembuh dan satu meninggal dunia.

Secara nasional, kasus terkonfirmasi positif covid-19 per Senin mencapai 55.092 setelah ada penambahan sebanyak 1.082 orang. Kemudian untuk pasien sembuh menjadi 23.800 setelah ada penambahan sebanyak 864 orang. Selanjutnya untuk kasus meninggal menjadi 2.805 dengan penambahan 51.

Tingkat pemulihan mencapai 42,5%, masih jauh di bawah Malaysia dan Thailand, keduanya di atas 90%, tetapi telah menunjukkan peningkatan yang stabil dalam beberapa minggu terakhir. Tingkat kematian sebesar 5,1%, masih yang tertinggi di kawasan ini, tetapi mendekati rata-rata dunia. Dengan pengujian rata-rata 20.000 tes per hari, tingkat kematian mungkin menurun lebih lanjut.

Kami juga mengharapkan peningkatan lebih lanjut dalam tingkat pemulihan, karena beberapa daerah telah secara konsisten meningkatkan ini. Jakarta, ibu kota, misalnya, melaporkan tingkat pemulihan 52,8% pada hari Minggu, sementara Pulau Bali 54,5%. Beberapa provinsi di luar Jawa menunjukkan tingkat pemulihan di atas 70%.

Pemulihan ekonomi yang lebih cepat, tentu saja, dapat diperbaiki dalam berbagai indikator terkait dengan penanganan covid-19. Sebagian besar orang telah kembali ke kantor, tetapi kunjungan ke pusat perbelanjaan tetap rendah, kurang dari 50% dari kapasitas maksimum yang diizinkan. Itu berarti pusat perbelanjaan hanya memulihkan 25% pengunjung setelah dua minggu pembukaan kembali.