DEPOK (eNBe Indonesia) – Dunia musik dan entertain (hiburan) di Bali berhenti total selama mewabahnya virus mematikan (covid-19) sejak Maret 2020. Personil Pison Band pun harus bekerja di luar jalur musik dan hiburan, dan terus menguras tabungan mereka untuk membiayai kehidupan keluarga dan pendidikan anak-anak.

Oscar Demere, salah satu personil Pison Band asal Flores, mengaku menghadapi situasi paling sulit kali ini apalagi sinyal pulihnya pariwisata Bali belum kunjung kelihatan. “Semoga Bali lekas pulih, Indonesia lekas pulih, dunia pun lekas pulih,” ujarnya saat tampil livestreaming di Facebook malam tadi (4/7).

Didukung oleh Bali Event Studio, studio event terdepan di Bali, Pison Band tampil live selama 1,5 jam, membawakan 15 lagu termasuk lagu-lagu yang diminta penonton. “Kami pertama tampil livestreaming bersama Bali Event Studio sejak tidak lagi perform selama virus corona ini,” ujarnya kepada Redaksi eNBe Indonesia hari ini. Bagaimanapun, kata Oscar (vokalis dan gitaris Pison Band), dunia musik dan entertainment terus berkembang di Bali.

Personil Pison Band lainnya adalah aris raja (gitar akustik) asal Flores, Simon (gitar melodi) asal Toraja, Jacky Ibanez (gitar bas) dari Flores, dan Fredy Sahertian (drum) asal Ambon kelahiran Malang. Lagu-lagu yang dibawakan antara lain lagu Erick Clapton, lagu Ayah, too love somebody, preety woman, Ine, Yogyakarta kota kenangan, tembang kenangan (bukan hanya sekedar penghibur), lets dance togetherm imagine, satu nomor dari Philip Colins, satu nomor lagu batak, sajojo, if you dont know me by now, dan closing song (country).

Terkait virus corona, per hari ini tercatat lebih dari 1.000 kasus positif baru di seluruh Indonesia, hampir setengah kasus baru teridentifikasi di wilayah Provinsi Jawa Timur. Jumlah penambahan kasus positif baru terkonfirmasi sebanyak 552 kasus, sedangkan pasien sembuh 154 kasus. Total kasus di Jawa Timur hingga hari ini mencapai 14.013 kasus.

Oscar Demere

Sedangkan Bali, tercatat 1.797 kasus, dengan kasus meninggal mencapai 12 orang. Biro Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Indonesia bulan Mei 2020 mengalami penurunan sebesar 86,90% dibanding jumlah kunjungan pada Mei 2019. Selain itu, jika dibandingkan dengan April 2020, jumlah kunjungan wisman pada Mei 2020 mengalami kenaikan sebesar 3,10%.

Secara kumulatif (Januari–Mei 2020), jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 2,93 juta kunjungan atau turun 53,36% dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2019 yang berjumlah 6,28 juta kunjungan. Kunjungan wisma ke Bali melalui bandara Ngura Rai hanya tercatat 34 orang bulan lalu, sedangkan pada Mei 2019 mencapai 483.928. Untuk Januari-Mei 2020, jumlah kunjungan wisman ke Bali melalui Ngura Rai turun 56.5% menjadi 1,04 juta.

Oscar mengatakan wisman dari Eropa, Amerika, Rusia, Vietnam belum mau datang ke Indonesia karena virus corona di Indonesia masih terus meningkat. Nusa Dua dan Kuta, kata Oscar, adalah dua obyek paling favorit bagi wisman. Oscar secara khusus berharap banyak kenalannya dari Vietnam bisa kembali jalan-jalan ke Bali. Wisman dari Vietnam (negeri komunis), seperti Rusia, sangat mengapresiasi karya musik, tidak kalah dari wisma Eropa, Amerika, dan Australia.

Badai pasti berlalu, begitu pun virus corona. Pariwisata memang paling terpuruk karena terdampak, tetapi mimpi para musisi dan insan hiburan (entertainer) untuk bekerja lagi tentu bukan mimpi, apalagi mimpi yang tak bertepi.