by

Anton Semara Duran, melawan subordinasi gereja hingga wafatnya

-Profil-106 views

DEPOK (eNBe Indonesia) – Selalu menarik untuk melihat hubungan gereja dan pemerintah di Indonesia, tetapi Antonius Semara Duran, mantan Dirjen Bimas Katolik di Kementrian Agama RI, tegas mengatakan bahwa pemerintah tidak akan mencampuri urusan Gereja demikian pula sebaliknya.

Melalui proses kemitraan, perlahan tapi pasti pemerintah dan institusi Gereja Katolik saling bergandengan tangan, memberikan pelayanan terbaik kepada umat Katolik yang satu dan sama. Bimas Katolik tentu mewakili gereja di pemerintahan, maka gereja dan Bimas Katolik sudah terbangun saling percaya, bukanlah curiga.

Anton, setelah dilantik menjadi Dirjen Bimas Katolik pada 2011 hingga 2014, pun memperbaiki citra Bimas Katolik dengan mengubah mindset birokrasi menjadi institusi yang melayani. Anton juga mengapresiasi seruan para uskup se-Indonesia pada sidang tahunan KWI 2010, tidak menjadikan Bimas Katolik sebagai subordinasi, alat mendapat fasilitas dari pemerintah.

Para uskup berkomitmen tidak mengkooptasi Dirjen Bimas Katolik, namun berharap Bimas Katolik terus menjadi pelayan dan pengasuh kepentingan kebangsaan umat Katolik sebagai bagian dari masyarakat bangsa.

Anton menjawab harapan para uskup, meningkatkan pelayanan Bimas Katolik ke arah kesempurnaan. Anton memahami dengan sangat baik bahwa para uskup terus mengawal nilai kebangsaan dan kemanusiaan, nilai religiositas, dan moralitas, termasuk kepentingan bangsa menuju kesejahteraan seluruh warga bangsa.

Bimas Katolik, kata Anton, dalam kemitraan dengan pemerintah tentu memberi jaminan pada kebebasan beragama, kesetaraan, dan persamaan hak dan martabat warga bangsa. Untuk itu, lanjut Anton, Bimas Katolik bermitra dengan Komisi-komisi di KWI, Komisi-komisi Keuskupan bahkan paroki setempat. Bagi Anton, ladang Tuhan itu begitu luas, namun kemampuan Pemerintah terbatas, maka dukungan umat menjadi sangat penting.

Di ladang Tuhan yang baru, Anton berbakti penuh integritas bagi Yayasan Yohanes Paulus yang mengelola sekolah Santa Theresia dari PAUD hingga SMP, juga berbakti untuk gereja sebagai wakil ketua dewan pastural paroki Herkulanus Depok dan ketua seksi katekese.

RD. Yoseph Sirilus Natet, Pastor Paroki Santo Herkulanus Depok, mengapresiasi Anton sebagai tokoh gereja dan tokoh pendidikan yang terus menggugah banyak orang agar berbakti dan bekerja penuh ketekunan.

“Kerajinan bisa buat orang yakin punya harapan, ketekunan dapat buat setiap orang meraih apa yang ingin dicapai,” ujar Romo Natet. “Tak heran kalau ia (Anton) bisa dipercaya memegang berbagai jabatan di pemerintah, gereja dan yayasan.”

Kini Anton Semara Duran telah pergi untuk tidak kembali lagi. Tuhan telah menjemputnya di RS. Hermina pada Selasa, 14 Juli 2020 menyusul operasi ususnya pada bulan April 2020. Selamat jalan om Anton, terima kasih sudah menjadi teladan hidup bagi kami, mengajarkan banyak hal baik termasuk hidup sederhana dan bersahaja sepertimu.

Terima kasih, berkat jasamu, beberapa sekolah menengah agama Katolik (SMAK) berdiri dan berkembang di Flores khususnya dan Indonesia, berikut dukungan bagi lembaga-lembaga sekolah seminari di NTT.

Biodata
Nama lengkap: Drs. Antonius Semara Duran, SE
Tempat/Tgl. Lahir : Karing-Adonara, 24 Mei 1953
Tempat tinggal : Depok- Jawa Barat
Pendidikan: S1 Administrasi Negara, D3 Ekonomi
Pekerjaan: PNS/ASN
Jabatan Terakhir: Dirjen Bimas Katolik
Status Perkawinan: Kawin (1 istri) dan (3 anak)
Meninggal: 14 Juli 2020

Comment

News Feed