Laporan Rovina Aleksandry & Rofin Selawolo

KUPANG/NAGEKEO (eNBe Indonesia) – Hingga hari ini, jumlah kasus positif terinfeksi virus corona (covid-19) di NTT mencapai 134 kasus, sementara Nagekeo hanya menyisakan 1 kasus positif dari sebelumnya 3 kasus. Sementara tiga pasien positif virus corona (covid-19) di kabupaten Sumba Timur saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Umbu Rara Meha Waingapu. Sebelumnya ada 12 pasien, namun 9 orang telah sembuh.

Di Nagekeo, pasien #O1 dan #02 sudah sembuh, sedangkan pasien #03 masih dirawat. Silvester Teda Sada, juru bicara posko covid-19 Nagekeo, mengatakan saat ini kondisi pasien #03 terpantau sehat dan segar. Tak ada keluhan klinis apapun. Kepada yang bersangkutan tetap diminta karantina mandiri secara ketat guna memperbaiki imun tubuh agar segera bebas dari indikasi positif covid-19.

Silvester Teda Sada

“Kepada segenap warga, tetap kami himbau, agar disiplin dan taati protokol kesehatan cegah civid-19. Pakai masker, cuci tangan pakai sabun di air mengalir, dan jaga jarak. Kalau sakit seperti batuk, pilek, demam, dan sebagainya, agar diam di rumah dan menghubungi petugas kesehatan,” ujarnya.

Secara nasional, Indonesia melaporkan 1.752 infeksi baru pada hari ini (18 Juli) menjadi total 84.882. Pasien sembuh bertambah 1.434 menjadi 43.268, dan pasien meninggal bertambah 59 menjadi 4.016. Tingkat pemulihan terus meningkat menjadi 49,3%, di mana ibu kota Jakarta mencapai 63%, sementara Bali 67,9%. Jawa Timur melepaskan lebih banyak pasien daripada infeksi baru, mengangkat tingkat pemulihannya menjadi 45,1%.

Jawa Timur menambahkan 179 kasus, tetapi melepaskan 444 pasien. Jakarta dalam keadaan siaga karena tambahan 214 kasus, sementara hanya melepaskan 80 pasien. Gubernur Jakarta Anies Baswedan kemudian memperpanjang pembatasan sosial (PSBB) dua minggu lagi hingga 30 Juli. Namun, gubernur telah mengurangi persyaratan administrasi untuk memasuki kota.

Kita harus mengakui bahwa kapasitas pengujian yang rendah memengaruhi persepsi internasional tentang penanganan Indonesia terhadap pandemi ini. Jika kita dapat meningkatkan kapasitas pengujian menjadi 40.000 tes per hari dalam waktu satu bulan, persepsi akan meningkat.