by

Thom, intelektual muda Nagekeo berpulang

-Profil-94 views

DEPOK (eNBe Indonesia) – Banyak intelektual muda Nagekeo berkarya di Jakarta, termasuk Thom (Thomas Towary), turut memberi sumbangan pemikiran bagi pembangunan di Nagekeo, meski sebagian besar sebatas menyumbang ide atau gagasan. Tapi barisan intelektual muda di luar Nagekeo (diaspora) tak segan memberi kritik pada pemerintah daerah (pemda) berikut anggota DPRD jika berkinerja buruk.

Perang wacana di media sosial terkait isu-isu krusial di Nagekeo, tidak sekedar pembelajaran bagi publik Nagekeo, tetapi efektif berdampak pada perubahan pola pikir, perilaku para eksekutif, legislatif, dan yudikatif di Nagekeo.

Medio 2012, Thom yang menguasai ilmu hukum dan HAM menggugah pemimpin di Nagekeo (baca: bupati) untuk fokus pada penyelesaian konflik tanah di Mbay. Sengketa tanah, yurisprudensi, bagi Thom, adalah dua isu besar yang bisa mengukur kecerdasan seorang pemimpin. Tampaknya hingga hari ini, belum ada pemimpin Nagekeo yang berhasil mencari solusi bagi konflik atau sengketa tanah di Mbay.

Thom, secara eksplisit, juga publik Nagekeo tentu tetap mendambakan pemimpin yang memiliki kapasitas dalam menghadapi masalah sosial di Nagekeo, termasuk konflik tanah. Persoalan ini memang riil, dan sedang terjadi di Nagekeo, demikian tulis Thom.

Thom aktif menulis seperti wartawan, membuat reportase, dan memiliki wawasan luas, maka selalu jadi teman diskusi yang baik bagi banyak kalangan, terutama kalangan anak muda. Ayah dari dua anak ini mampu membangun chemistry dengan orang lain dalam pekerjaan apapun, termasuk menginspirasi lahirnya website berita enbeindonesia.com.

Tiga tahun lalu (2018) Thom memutuskan kembali ke Nagekeo, karena ambil bagian mencari pemimpin terbaik (bupati) bagi Nagekeo. Thom, representasi dari kalangan anak muda Nagekeo, memiliki banyak cita-cita, maka dia terlibat mencari pemimpin terbaik agar orang muda Nagekeo bisa memiliki harapan untuk berkarya di Nagekeo.

Sayang, perjalanan dan karya Thom harus berakhir hari ini, karena Thom berpulang untuk selamanya, tanpa mengalami sakit penyakit. Frans Jo Leza, kerabat dekat Thom, mengatakan Thom hanya mengeluh sakit kuping dan hari ini berencana bertemu dokter rumah sakit. Ibunda Thom menyaksikan sendiri putranya telah terbaring kaku di tempat tidur saat hendak dibangunkan pagi tadi.

Terima kasih Thom, pahalamu tentu besar di Surga. Kami mengiringi kepergianmu dan berdoa agar Tuhan Yang Maha Rahim mengasihimu dan memberi tempat yang layak dalam Kerajaan Surga. Cita-citamu juga adalah cita-cita orang muda Nagekeo, maka spirit yang telah engkau tunjukkan akan tetap hidup dalam memori dan perjuangan orang muda Nagekeo.

Thom sendiri mengaku seringkali melenceng saat mengekseskusi bola di lapangan, itu karena pikiran yang tidak fokus, letak kesalahan bukan pada kaki. Thom adalah mantan striker nomor punggung 10 untuk tim Aesesa Jakarta. Tapi Thom selalu menghibur dirinya, bahwa kekalahan itu tidak memalukan, karena yang memalukan adalah menyerah.

SELAMAT JALAN KARIBKU, THOMAS TOWARY…RIP

Comment

News Feed