by

Poling: Ganjar Lampaui Prabowo?

-Profil-91 views

DEPOK (eNBe Indonesia) – Dua lembaga poling baru saja merilis hasil survei tentang keterpilihan (elektabilitas) untuk pemilihan presiden (pilpres) 2024. Lembaga pertama mengatakan bahwa Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, yang juga ketua Partai Gerindra, masih memimpin meskipun elektabilitasnya menurun. Lembaga lainnya menemukan bahwa Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yang juga seorang politisi dari partai berkuasa PDIP, telah melampaui elektabilitas Prabowo.

Berbicara dalam diskusi virtual pada hari Rabu (22 Juli), Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan survei antara 6-12 Juli 2020. Menurut Yunarto, Charta telah menemukan Prabowo, Ganjar, dan Anies Baswedan (Gubernur Jakarta) di posisi tiga. Prabowo, kata Yunarto, masih memimpin tetapi elektabilitasnya menurun dibandingkan dengan pemilihan Mei 2020. Dia mengatakan elektabilitas Prabowo adalah 17,5%, sedangkan pada Mei 2020, elektabilitasnya adalah 22%.

Tertinggal di belakang Prabowo, kata Yunarto, adalah Ganjar dan Anies dengan elektabilitas masing-masing 15,9% dan 15%. Tidak seperti Prabowo dan Anies yang mengalami penurunan elektabilitas, elektabilitas Ganjar meningkat.

Di bawah tiga besar, Charta menemukan Sandiaga Uno dengan keterpilihan 11,2%, Ridwan Kamil (10,1%), Agus Harimurti Yudhoyono (4%), Tri Rismaharini (2,1%), Erick Thohir (2,1%), Khofifah Indar Parawansa (1,7%) , Mahfud MD (1%), dan Gatot Nurmantyo (1%).

Charta mencatat bahwa elektabilitas Ridwan Kamil juga meningkat. Charta, menurut Yunarto, percaya bahwa kinerja yang baik dalam menangani wabah COVID-19 adalah alasan di balik meningkatnya keterpilihan Ganjar dan Ridwan.

Sehari sebelumnya, pada 21 Juli, lembaga poling Indikator Politik Indonesia mengumumkan hasil yang berbeda. Di tiga besar, Indikator menemukan Ganjar, Anies, dan Prabowo. Tetapi tidak seperti Charta Politika, Indikator menemukan Ganjar di posisi teratas karena melampaui keterpilihan Prabowo.

Menurut Direktur Eksekutif Indikator Burhanuddin Muhtadi, elektabilitas Ganjar adalah 16,2%, sedangkan Anies ‘dan Prabowo masing-masing adalah 15% dan 13,5%.

Tertinggal di belakang tiga besar, Indikator menemukan Sandi dengan elektabilitas 9,2%, Ridwan Kamil (8,6%), dan Agus Harimurti Yudhoyono (6,8%). Keterpilihan Khofifah, Puan Maharani, Gatot Nurmantyo, Erick Thohir, Mahfud MD, Airlangga Hartarto, Budi Gunawan, dan Muhaimin Iskandar, sementara itu, tidak signifikan.

Mirip dengan Charta, Indikator juga menemukan elektabilitas Ganjar naik. Pada Mei 2020, elektabilitas Ganjar menurut Indikator adalah 11,8%. Ridwan Kamil juga mengalami peningkatan elektabilitas. Indikator melakukan survei dari 13 Juli hingga 16 Juli 2020.

Menanggapi survei tersebut, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan bahwa keputusan mengenai nominasi calon presiden adalah ketua Megawati Soekarnoputri. Ganjar, seperti yang kita semua tahu, bukan satu-satunya dari PDIP yang ingin mencalonkan diri pada pilpres 2024. Anak perempuan Megawati, Puan Maharani juga iyakini berkeinginan untuk ikut pilpres.

Sedangkan untuk Prabowo, survei tentu membuatnya cemas. Dia harus sadar bahwa kinerjanya di kabinet akan mempengaruhi keterpilihannya. Lalu, mengingat meningkatnya keterpilihan Ganjar, lawan-lawan politiknya mungkin mulai meninjau kembali keterlibatan gubernur dalam kasus korupsi terkait dengan proyek kartu identitas nasional (e-KTP) ketika ia bertugas di Komisi II DPR.

Ganjar, seperti kita semua tahu, diperiksa dua kali sebagai saksi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus tersebut. Sementara yang lain, mungkin akan meninjau kembali operasi pabrik semen PT Semen Indonesia di Jawa Tengah. Ganjar diprotes oleh ‘Petani Kendeng’, sekelompok petani dari Gunung Kendeng, sehubungan dengan operasi pabrik semen PT Semen Indonesia. (yosefardi.com)

Comment

News Feed