Laporan Rofin Selawolo

NAGEKEO (eNBe Indonesia) – Hingga hari ini, jumlah kasus positif terinfeksi virus corona (covid-19) di NTT mencapai 145 kasus, 110 sembuh, dan 1 meninggal dunia. Tingkat pemulihan sebesar 80%. sementara Nagekeo kembali ke zoba hijau setelah pasien #03 terkonfirmasi positif covid-19 dinyatakan sembuh setelah hasil Swab Test dilaporkan negatif.

Silvester Teda Sada, juru bicara posko covid-19 Nagekeo, mengatakan ketaatan dan kedisiplinan masyarakat Nagekeo di tengah ancaman wabah pandemi covid-19, sangat menolong wilayah Nagekeo keluar dari status zona kuning menuju zona hijau.

Silvester Teda Sada

“Namun demikian, tugas dan tanggung jawab kita semua tidak berkurang. Malah di era “new normal” (kebiasaan baru) ini, semua pihak justru semakin dituntut untuk benar-benar mentaati protokol kesehatan seperti wajib masker, jaga jarak, hindari kerumunan di antara warga yang tidak dipastikan asal perjalanannya, dan cuci tangan setelah beraktifitas di luar rumah,” ujarnya.

Secara nasional, Indonesia melaporkan tambahan 57 kematian dan 1.525 infeksi baru pada hari ini. Sementara pasien sembuh bertambah 1.518. Total kasus terinfeksi mencapai 100.303, sembuh 58.173 dan meninggal dunia 4.838. Bagaimanapun tingkat pemulihan meningkat menjadi 57,4%, di mana tiga provinsi yang terkena dampak terburuk melaporkan pemulihan di atas 59%.

Jawa Timur, provinsi dengan dampak terburuk, melaporkan tingkat pemulihan 59%, sementara ibu kota Jakarta 62,6%, dan Sulawesi Selatan 67,1%. Sementra pulau Bali mencatat tingkat pemulihan 77,3%. Indonesia melaporkan tes PCR yang lebih tinggi selama akhir pekan lalu dibandingkan dengan akhir pekan sebelumnya, tetapi secara umum belum mencapai target baru 30.000 tes per hari.

Di tempat lain di dunia, India terus melaporkan jumlah kasus baru lebih dari 50.000 dan 714 kematian dalam 24 jam terakhir, lebih besar dari AS dan Brasil. Ini akan memperlambat pemulihan ekonomi global, termasuk komoditas ekspor utama dari Indonesia, terutama batubara termal dan minyak sawit mentah (CPO).

Australia, sementara itu, sedang berjuang dengan gelombang kedua wabah dengan rekor 10 kematian dalam satu hari, tertinggi sejak wabah. Korea Selatan, Hong Kong, dan Cina juga melaporkan sejumlah besar kasus baru, tetapi negara-negara ini terlihat lebih baik dalam mengelola ‘gelombang kedua’ dengan tanpa korban.

Di Timur Tengah, Iran tetap menjadi negara yang paling terpukul dengan 216 kematian baru dilaporkan hari Minggu (26/7), diikuti oleh Irak (78), Mesir (48), dan Arab Saudi (30). Turki, yang hanya menerapkan penutupan akhir pekan, tampak stabil dengan hanya 17 kematian.

Benua Amerika tetap menjadi yang terburuk. Florida, AS pada hari Minggu menjadi negara bagian kedua setelah California yang menyalip New York, negara bagian yang paling terpukul pada awal wabah coronavirus, menurut penghitungan Reuters. Sementara itu, kasus coronavirus di Amerika Latin, untuk pertama kalinya telah melampaui infeksi gabungan di Amerika Serikat dan Kanada, menurut penghitungan Reuters pada hari Minggu, di tengah gelombang infeksi di Brasil, Meksiko, Peru, Kolombia, dan Argentina.

Jumlah kasus yang berkembang pesat membuat Amerika Latin menjadi wilayah yang paling terkena dampak pandemi secara global, dengan 26,83% kasus di seluruh dunia, menurut penghitungan Reuters. Pada hari Minggu, misalnya, Kolombia melaporkan 8.181 kasus dan 256 kematian, sedangkan Meksiko dengan 6.751 kasus dan 729 kematian sebelumnya pada hari Sabtu (25/7).