by

Koperasi Alumni Seminari Mataloko (Alsemat), berkiblat ke Antiokhia

-Profil-180 views

DEPOK (eNBe Indonesia) – Lembaga sekolah Seminari yang khusus mendidik siswa calon imam Katolik tidak hilang perhatian untuk membentuk jiwa kewirausahaan (enterpreneurship), melalui mata pelajaran ekonomi dan praktek usaha di kebun atau perdagangan.

Berkat pendidikan yang unggul, lembaga sekolah Seminari berhasil mencetak banyak alumni sukses, baik sebagai profesional maupun pengusaha. Demikian para klerus yang sukses membangun ekonomi dan bisnis bagi pengembangan gereja.

Abraham Runga Mali, Ketua Koperasi Antiokhia Alsemat Nusantara, mengatakan bahwa alumni Seminari Mataloko (Alsemat) adalah aset dengan potensi anggota mencapai 6,000, cukup signifikan menjadi sumber daya ekonomi.

Alsemat mulai berdiri sejak 2012 dengan terbentuknya Yayasan Alsemat, kemudian Yayasan ini berinisiasi membentuk Ikatan Alumni Seminari Mataloko (Ikalsemat) Jakarta. Yayasan dan Ikalsemat menaruh perhatian pada renovasi bangunan-bangunan di Seminari Mataloko, maka, kata Abraham, Koperasi Antiokhia Alsemat Nusantara diharapkan memberi perhatian pada kesejahteraan para alumni (baca: anggota).

Hari ini Koperasi Antiokhia Alsemat Nusantara (KAAN) resmi berjalan dengan terselenggaranya rapat anggota (67 anggota) perdana, disaksikan wakil dari Kementerian Koperasi dan UKM RI. Pendiri koperasi ini memilih nama Antiokhia karena kota ini jadi pusat perdagangan, selain pernah menjadi pusat kebudayaan dan kekuasaan kekaisaran Roma (Pax Romana).

Sebagai koperasi, anggota dan Alsemat Nusantara tentu berkomitmen menghadirkan badan usaha yang berdaya saing dan mampu memberikan kesejahteraan bagi anggota. Koperasi ini memberi banyak manfaat, seperti membagi sisa hasil usaha (SHU), menjadi mitra usaha anggota, memberi asistensi teknis pengembangan usaha, memberi akses modal usaha, membuka lapangan kerja, juga menjadi forum interaksi Alsemat.

Fokus bisnis KAAN adalah jasa perdagangan dan unit simpan pinjam. KAAN berdomisili di Wisma NTT, Jl Tebet Timur Dalam Raya No. 42, Tebet, Jakarta Selatan.

Persahabatan yang kokoh antar anggota, upaya keras yang ditempuh secara terus menerus, tentu menjadi modal penting KAAN dalam mewujudkan kesejahteraan (kemakmuran) bagi anggota, berbagi keuntungan secara adil, dan mewujudkan nilai-nilai Pancasila dan kemasyarakatan, sebagaimana terefleksi pada logo KAAN.

KAAN pun terbuka bagi masyarakat dalam hal keanggotaan.

Dewan penasihat: tokoh senior
Manajer bisnis:
Manajer unit simpan pinjam: John FD Da Costa
Ditributor: Agustinus Sarifin
Retail: Yustinus Djuang
Kemitraan Usaha :

Comment

News Feed