KUPANG (eNBe Indonesia) – Bupati Timor Tengah Selatan (TTS) Egusem Piether Tahun mengatakan, penandatangan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara pihak PT Tamaris Garam Nusantara dengan lembaga adat Toineke dan Tuanfanu belum bisa dilaksanakan.

Kelompok dalam lembaga adat belum menemui kata sepakat mengenai investasi tambak garam seluar 2.000 hektar di desa Toineke dan Tuanfanu, kecamatan Kualin yang dikelola oleh manajemen PT Tamaris Garam Nusantara. Ada aksi demo dari Pospera TTS pada Maret lalu terkait investasi ini.

Mengenai tambak garam yang dikelola dinas koperasi perindustrian dan perdagangan (koperindag) kabupaten TTS, Bupati Tahun mengatakan saat ini pihaknya sementara melakukan perhitungan antara nilai investasi dan besaran pendapatan.

Kepala dinas koperindag TTS Frids Tobo mengatakan dari luas lahan potensial di desa Toineke seluas 7 hektar, saat ini yang baru dikelola seluas 4 hektar karena keterbatasan prasarana dan anggaran. Ia menyebutkan dalam setahun mampu menghasilkan 25-30 ton garam Toineke, menyumbang PAD Rp43 juta pada tahun 2019. (pos kupang)