DEPOK (eNBe Indonesia) – Rita Hutauruk, Presiden Komisaris penerbit buku PT Penerbit Erlangga dan Presiden Direktur PT Gelora Aksara Pratama (GAP Print), meninggal pada 22 Juli 2020. Rita adalah istri mendiang Gunawan Hutauruk, generasi ketiga pendiri Grup Erlangga, salah satu grup penerbitan terbesar di negri ini.

Erlangga memulai bisnis garasi di Semarang, ibu kota provinsi Jawa Tengah, dengan pendiri Marulam Hutauruk sendiri, mantan kepala sekolah, sebagai penulis beberapa buku. Dia akhirnya mendirikan perusahaan penerbitan pada bulan April 1952. Setidaknya ada delapan buku yang ditulis oleh Marulam.

Gunawan meninggal dua tahun lalu. Dari pernikahan Gunawan dan Rita, mereka memiliki empat anak yang tampaknya mewarisi Grup Erlangga. Anak-anak itu adalah Deborah, Margaretha Hutauruk-Eddy, Sarah Rosinta Hutauruk, dan Raja DM Hutauruk.

Dari situs web resmi grup, Deborah (anak tertua) memimpin GAP Print, sementara Raja duduk sebagai Presiden Direktur Penerbit Erlangga dan Direktur Eureka Logistics. Sarah terdaftar sebagai direktur keuangan PT Penerbit Erlangga. Dari profil LinkedIn, Sarah tampaknya juga pendiri Enatura dan Yayasan Taman Baca Inovator (mendistribusikan buku dan perpustakaan komunitas untuk orang Indonesia yang kurang mampu). Margaretha (Maggie), sementara itu, terdaftar sebagai kepala sekolah dan Direktur Kreatif 2madison Design Group.

Erlangga Group awalnya hanya menerbitkan buku pelajaran. Sejak sepuluh tahun yang lalu Erlangga Group mulai mengembangkan bisnisnya dengan menerbitkan judul-judul karya penulis di lingkup nasional dan internasional, baik untuk buku anak-anak dan buku-buku populer. Untuk menghasilkan karya terbaik, ruang lingkup penerbitan Erlangga dibagi menjadi lima segmen utama – buku teks, buku untuk universitas, buku anak-anak, buku populer (fiksi dan non-fiksi), dan buku referensi.

Buku-buku dan loma cetakan yang diterbit Erlangga seperti Erlangga untuk Anak-anak, Essence, Esis, ESPS, dan Emir (buku Islam). Sementara itu, grup ini juga didukung oleh anak perusahaannya seperti GAP Print, Eureka Bookhouse, Eureka Logistics, dan Erlass Institute. Eureka Logistis telah berkembang menjadi pemain logistik dengan kapasitas untuk menangani layanan darat, laut, dan udara.

Bisnis percetakan Erlangga, GAP Print, didirikan pada 1 Juni 1987. GAP Print didirikan dengan hanya dua mesin percetakan bekas, yang dioperasikan oleh 20 karyawan di sebuah pabrik kecil. Kami memiliki akses terbatas ke keuangan mereka, tetapi dengan anggaran negara yang besar untuk pendidikan, Erlangga telah tumbuh menjadi kelompok bisnis utama.

Bisnis keluarga telah berkembang melampaui penerbitan. Anak-anak Rita menjalankan beberapa perusahaan seperti perusahaan travel PT Master Diskon Internasional, pertanian organik dan produsen dan pemasok makanan sehat Enatura yang didirikan oleh Sarah, perusahaan ekspedisi Raja Cepat, e-commerce gaya hidup baru untuk produk gaya hidup oleh desainer Indonesia dengan produk khusus di aksesoris rumah, furnitur, dan seni 2Madison.com, lini mode 2Madison Avenue Indonesia, dan 2Madison Eatery. (yosefardi.com)