Laporan Rovina Aleksandry

KUPANG (eNBe Indonesia) – Sejak 27 Juni 2020 resmi dibuka pendaftaran peserta uji klinis vaksin covid-19 Sinovac. Ketua tim riset uji klinis vaksi covid-19 Unpad Prof Kusnandi Rusmil mengatakan, dibutuhkan 1.620 relawan dalam proses uji klinis vaksin.

Staf khusus menteri BUMN bidang komunikasi Arya Sinulingga menjadi salah satu relawan uji klinis tahap 3 vaksin covid-19 produksi Sinovac, China. Arya menjadi relawan uji klinis vaksin covid-19 untuk kepentingan umat manusia.

Tahap pertama dan kedua uji klinis vaksin covid-19 produksi Sinovac sudah selesai, efektif menjadi anti corona. Uji klinis tahap 3 dilakukan produsen vaksin dan antisera BUMN PT Bio Farma, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Universitas Padjadjaran (Unpad).

Arya mengatakan jika uji klinis tahap 3 sukses maka vaksin akan diproduksi di Indonesia. Sinovac sudah pernah membuat vaksin untuk flu burung dan Sars. Vaksin covid-19 Sinovac sudah digunakan di Brazil dan belum ada laporan negatif.

Hari ini, kasus konfirmasi positif virus Corona penyebab Covid-19 naik 1.882 orang. Dengan demikian hingga hari ini kasus kumulatif positif Covid-19 mencapai 118.753 orang.

Berdasarkan laporan harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19, secara kumulatif kasus sembuh menjadi 73.889 atau 62,6% dari kasus terkonfirmasi. Sedangkan kasus sembuh bertambah 1.839 orang. Sementara itu, tercatat 5.452 total kasus meninggal atau 4,7% dari kasus terkonfirmasi. Ada penambahan 64 kasus meninggal akibat Covid-19 pada Rabu.

Adapun, jumlah spesimen yang diperiksa pada hari ini mencapai 28.738 spesimen per hari. Angka tersebut lebih rendah dari target baru pemerintah yaitu 30.000 spesimen per hari. Dengan penambahan 28.738 spesimen yang telah diperiksa, maka total kumulatif spesimen terkait Covid-19 yang diperiksa hingga Rabu mencapai 1.603.781 spesimen yang berasal dari 922.709 orang.

Lebih banyak laboratorium PCR mungkin telah menambahkan kapasitas pengujian jauh di atas 40.000 tes per hari, tetapi pemerintah melaporkan 28.738 tes pada 14.722 orang dalam satu hari, masih di bawah rata-rata harian 30.000 tes yang diminta oleh Presiden Joko Widodo. Hingga Rabu, Indonesia baru menguji 5.753 per juta penduduk, jauh di bawah Filipina (14.981), yang mulai menerapkan pengujian gabungan. Indonesia belum menerapkan pengujian gabungan meskipun disarankan.

Di tempat lain di dunia, tidak ada tanda perbaikan di benua Amerika dengan lebih dari 3.000 kematian gabungan dilaporkan setiap hari di AS, Brasil, dan Meksiko. Peru, Kolombia, Argentina, dan Bolivia terlihat memburuk.

Di Timur Tengah, kecuali Iran dan Irak, negara-negara lain melaporkan penurunan infeksi dan kematian baru. Benua Afrika bersiaga dengan rekor baru 414 kematian dalam satu hari dilaporkan oleh Afrika Selatan.

Asia Selatan masih berbahaya dengan rekor baru 919 kematian dalam satu hari dilaporkan oleh India. Pakistan terlihat lebih baik dengan kurang dari 1.000 kasus per hari dalam beberapa hari terakhir, tetapi Bangladesh masih waspada dengan lebih dari 100.000 kasus aktif.

Eropa tampaknya memasuki gelombang kedua dengan hampir 3.000 kasus baru dilaporkan oleh Spanyol dan lebih dari 1.000 infeksi baru di Jerman. Prancis juga membukukan 1.695 kasus baru dalam satu hari, sementara Ukraina dan Rumania disiagakan dengan kasus dan korban yang lebih tinggi. Gelombang kedua ternyata menghantam Australia lebih hebat dengan rekor baru 15 kematian dalam satu hari, memaksa Melbourne untuk menutup kegiatan bisnis dan beberapa negara bagian untuk menutup perbatasan.