DEPOK (eNBe Indonesia) – Menari atau joget itu bagian dari hiburan atau entertain yang dilakoni pemain Timnas volley putri Shella Bernadetha Onan, gadis cantik berdarah Maumere Flores NTT dan Palembang Sumatera. Gaya unik Shella spontan muncul di setiap laga penting, membuatnya lebih rileks bertanding selain menghibur penonton dan para fansnya.

Shella tidak berhenti menampilkan otot kuat saat menyemash bola, tapi sesekali menari, bergoyang, membuatnya tampak lebih seksi dan manis diantara rekan pemain volley lainnya. DNA menari dan bergoyang tentu berasal dari ayah kelahiran Maumere, sementara DNA postur tinggi semampai mungkin diturunkan ibundanya.

Shella sontak viral di media sosial sejak tahun lalu, setelah tampil memukau di ajang Seagames 2019 saat Timnas Volley Puteri Indonesia menyabet perunggu (juara 3) versus Filipina. Para fans, youtuber pun menyebar banyak video joget Shella di setiap ajang pertandingan volley.

Saat Shella berlibur ke Maumere belum lama ini, musisi terkenal di Flores dan NTT Nyong Franco merenggut momen liburan Shella sesaat. Shella digoda untuk mengunjungi Koja Doi, pulau kecil nan asri di sebelah utara kota Maumere. Shella pun manggut karena dirinya ingin plesiran ke pulau itu.

Di Koja Doi, bersama beberapa penari, Shella bergoyang penuh semangat dengan sedikit lompatan-lompatan khas menyemash bola. Nyong Franco dengan naluri musik yang mumpuni pun begitu mantap menempatkan potongan-potongan klip joget Shella pada segmen lagunya.

Seperti banyak pria berhasrat pada wanita cantik yang pintar menari, Nyong Franco sukses menghadirkan hasrat pria pada Shella. Lagu Koja Doi pun viral dan telah ditonton lebih dari 463 ribu kali sejak tayang Mei lalu. Nyong Franco sendiri mengakui dirinya puas (baca: terkapar) karena lagu Gemu Famire versi bahasa Inggris yang telah lama diciptakan tapi tidak diluncurkan ke publik akhirnya meluncur manis bersama klip joget Shella.

Shella, sosok wanita prestasi dan kreatif, pun memberi pesan bagi publik pencinta olahraga bahwa setiap orang memiliki jalan dan cara masing-masing ketika berproses meraih prestasi. Menunggu tapi tak ditunggu, bertahan tapi tak ditahan, artinya, kata Shella, setiap insan olahraga dan musisi bebas mengekspresikan diri, sebebas Shella berjoget di pulau Koja Doi dan seleluasa Nyong Franco mengartikulasi keceriaan Shella dalam nada dan musik.

Lagu Going Left & Right (Putar kiri dan kanan) ciptaan Nyong Franco tahun 2015 pun diluncurkan bersama nuansa Lagu Goyang Koja Doi, versi baru (modifikasi) lagu Gemu Famire yang bakal mendunia.