by

Prabowo & Pilpres 2024

-Profil-97 views

DEPOK (eNBe Indonesia) – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, yang juga Menteri Pertahanan, terpilih kembali pada Sabtu 8 Agustus 2020. Itu adalah kado manis di hari istimewa bagi Prabowo. Pensiunan Jenderal itu menyandang julukan 08 saat bertugas di TNI. Selain mencalonkan kembali ketuanya, kader Gerindra juga menginginkan Prabowo kembali mencalonkan diri sebagai presiden pada 2024.

Partai Gerindra menegaskan terpilihnya kembali Prabowo dalam kongres yang digelar di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Anggota Partai berpartisipasi secara virtual. Hal yang sama juga dilakukan oleh Presiden Joko “Jokowi” Widodo dan Presiden kelima Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDIP.

Kongres tersebut menobatkan ketua Prabowo selama lima tahun lagi (2020-2025). Dalam sambutannya, Prabowo menyuarakan kebanggaannya berhasil mempertahankan eksistensi Gerindra selama 12 tahun terakhir. Pencapaian itu penting, kata Prabowo, karena banyak parpol yang gagal melakukannya. Gerindra, imbuh Prabowo, selamat karena mampu memahami harapan rakyat. Jadi Gerindra kini menjadi partai politik terbesar ketiga di Indonesia.

Kader Gerindra meminta Prabowo mencalonkan diri sebagai presiden pada 2024. Namun, Sekretaris Jenderal Gerindra Ahmad Muzani mengatakan pencalonan akan dibahas nanti pada 2023, atau setahun sebelum pemilihan presiden 2024, sesuai permintaan Prabowo sendiri.

Beberapa pihak menyambut positif pencalonan kembali Prabowo dan pencalonannya pada 2024. Tapi Alumni PA 212, kelompok Muslim garis keras yang pernah mendukung Prabowo dalam pemilihan presiden 2019, tidak mendukung Prabowo di Pilpres 2024. Ketua alumni PA 212 Slamet Ma’arif dengan tegas meminta Prabowo tidak mencalonkan diri pada 2024. Ia mengatakan, PA 212 menilai Prabowo sudah tamat. Slamet juga mengatakan bahwa PA 212 yakin sosok yang lebih muda dan lebih kompeten akan muncul untuk Pilpres 2024. Diantaranya, kata dia, adalah Sandi Uno, Anies Baswedan (Gubernur Jakarta), dan Rizieq Shihab. Rizieq, seperti kita ketahui bersama, adalah Pimpinan Tertinggi PA 212 dan FPI. Dalam PA 212 tersebut, pendiri PAN Amien Rais tercatat sebagai pembimbingnya.

Penyebutan Sandiaga Uno patut diperhatikan. Sandi, orang kedua Prabowo di Dewan Pertimbangan Gerindra dan cawapres Prabowo di Pilpres 2019, juga hadir dalam kongres tersebut. Dia mengucapkan selamat kepada Prabowo atas terpilihnya kembali melalui Instagram. Jadi tampaknya Sandi tetap ramah dengan Prabowo, meski dia disebut-sebut sebagai calon penerus Prabowo.

Pengamat politik dari Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam juga mengkritik pencalonan kembali Prabowo. Menurutnya, itu pertanda Gerindra kurang percaya pada generasi mudanya. Gerindra memang harus mulai memikirkan regenerasi. Umur Prabowo sudah 69 tahun. Ia akan genap berusia 73 tahun pada 2024. Pertanyaan terbesarnya, siapa yang mampu mendongkrak elektabilitas Gerindra dan menjadi magnet untuk menarik pemilih selain Prabowo?

Kami belum melihat sosok sekuat Prabowo; Bahkan Sandi atau Anies. Tapi kita bisa memahami kritik yang disebutkan di atas. Pencalonan kembali Prabowo dan pencalonan 2024 menyulitkan Sandi dan Anies untuk mendapatkan kendaraan politik untuk mencalonkan diri pada tahun 2024. PA 212 adalah pendukung utama Anies dan Sandi dalam pemilihan gubernur Jakarta 2017. Padahal, pergerakan mereka krusial bagi kemenangan Anies-Sandi. Anies, terlebih lagi adalah Rektor Universitas Paramadina. Mentor politiknya, Jusuf Kalla, yang merupakan mantan wakil presiden republik dan mantan ketua umum Partai Golkar, tercatat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan yayasan universitas tersebut.

Namun karena Prabowo akan memutuskan pencalonannya pada 2024 pada 2023, masih ada peluang bagi Sandi, Anies, dan pendukungnya untuk meyakinkan Prabowo agar tidak mencalonkan diri. Pertanyaannya, apakah Prabowo bersedia memberikan tiket 2024-nya kepada orang lain, terutama ketika dia sadar bahwa peluangnya untuk memenangkan kursi kepresidenan lebih besar dari sebelumnya, karena Jokowi tidak dapat lagi mencalonkan diri. (yosefardi.com)

Comment

News Feed