by

Safe48Anak, Darius si tukang nasi uduk cari orangtua asuh

-Profil-374 views

DEPOK (eNBe Indonesia) – Darius Moa Rebong, bersama istri Maria Concita Rebong, menyelamatkan 48 anak laki-laki usia SD-SMA dari kejahatan seksual yang dilakukan pemimpin panti asuhan di sebuah wilayah di Depok, Jawa Barat.

Ijin operasi panti asuhan tersebut telah dicabut dan pemimpin panti asuhan diproses secara hukum. Awalnya Darius hanya memberi tumpangan bagi anak-anak selama pemimpin brengsek panti asuhan dimaksud diproses secara hukum. Sedih sekali saat bersamaan 48 anak panti harus meninggalkan panti, rumah yang berubah menakutkan itu.

“Saya menampung anak-anak di rumah saya dan saya telah memberitahu komunitas gereja di Depok. Puji Tuhan beberapa kelompok, keluarga, datang mengunjungi anak-anak ini dan memberi bantuan,” ujar Darius, si tukang nasi uduk asal Maumere, Flores kepada Redaksi eNBe Indonesia belum lama ini.

Darius mengakui sering keteteran memberi makan bagi 48 anak itu, tetapi berkat doa dan novena bersama istri dan anak-anaknya maka ada saja donatur yang datang ke rumah dan memberi pertolongan. “Saya dan istri juga anak-anak senang dan bahagia bisa menampung mereka di sini, dan kami pun belajar untuk mengasuh mereka.” Darius mengatakan anak-anak ini berdoa secara rutin 5 kali sehari, belajar online, memasak dan mencuci piring–kebiasaan hidup yang dilakoni di panti asuhan sebelumnya.

“Saya percaya kita sangat mendukung pendidikan anak-anak, maka kami berharap ada yang mau jadi orangtua asuh, menanggung biaya pendidikan anak-anak ini. Berapa saja nominal yang disumbangkan tentu menjadi berkat bagi anak-anak kami (SD, SMP, SMA),” ujar Darius. Dia menambahkan 48 anak tersebut berasal dari Nias, Flores, Ambon, dan Papua.

Kru Redaksi eNBe Indonesia menyaksikan sendiri kegalauan wajah 48 anak itu, tapi mereka tetap menjalani kegiatan belajar dan berdoa. Darius mengakui anak-anak ini selalu diinspirasi oleh Kotbah Yesus di Bukit (Mat. 5-7) tentang 8 sabda bahagia;

“Berbahagialah yang bersukacita
Berbahagialah yang lemah lembut
Berbahagialah yang murah hati
Berbahagialah yang suci hatinya
Berbahagialah yang membawa damai
Berbahagialah yang dianiaya oleh sebab kebenaran”

Darius pun menetapkan yayasannya dengan nama ‘Delapan Sabda Bahagia’, dan pantai asuhan (PA) diberi nama ‘Santo Fransiskus Asisi’, sosok yang peduli pada kaum terlantar, pengemis, tak berpendidikan.

PA. St. Fransiskus Assisi (instagram/IG)
Kami ada karena dan untuk Cinta
Kami menanti uluran tangan kasih Saudara/i
CP: +6282112310448, +6281386231322 – Grace (Pembina) +6289670079561 Roberto (Pembina)

Comment

News Feed