by

Tinju adat di kampung Kawa Nagekeo

NAGEKEO (eNBe Indonesia) – Suasana kampung adat Kawa, desa Labolewa, kecamatan Aesesa, kabupaten Nagekeo, kampung tradisional itu, ramai dengan pegelaran tinju (etu) pada Minggu (23/8). Tradisi etu terus diwarisi kepada setiap generasi, maka etu melibatkan anak-anak juga (etu co’o), selain pria dewasa.

Tokoh masyarakat kampung adat Kawa, Urbanus Papu, menjelaskan, etu merupakan tradisi yang sudah diwarisi turun-temurun nenek moyang. Oleh karena itu, etu harus dilestarikan. Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do pertama kali datang ke kampung adat Kawa, yang menurutnya sangat beda dengan kampung adat lainnya di Nagekeo.

Bupati Don mengatakan pihaknya melakukan riset pariwisata. “Ada 12 rumah, kita harus restorasi dan diceritakan kembali. Komunitas Kawalabo ini hanya kampung adat Kawa saja yang masih ada. Bagaimana mengamankan kampung adat Kawa kedepannya maka harus dilestarikan,” ujarnya. Bupati Don menambahkan, ke depan kampung adat Kawa menjadi kawasan wisata yang tertutup dan terbatas bagi wisatawan. (pos kupang)

Comment

News Feed